02/07/16

Bernadette: I’ll help Raj in here. Why don’t you go keep my dad company?

Howard: He doesn’t want me in there. I’m the creepy little guy who ******* with his daughter.

Bernadette: Don’t be silly, he loves you.

Howard: Does he?

Bernadette: Okay, he cares about you a lot.

Howard: Really?

Bernadette: I do crap for you all the time. Get out there.

28/02/16

Live in The Moment

Stop and smell the flowers. Give the sincerest smile. Forget everything and really really concentrate to one particular task. Watch the sky turns orange..

:)

24/10/15

Bersama Setiap Kesulitan ada Kemudahan

Berada di tepian jurang di atas samudera, aku berpegangan erat pada akar belukar yang berjuntai di tebing sebelahku. Akar-akar itu tipis. Namun ternyata cukup kuat. Demi mencegah diri agar tidak jatuh dalam gulungan ombak, kucengkeram mereka kuat-kuat, sambil terus melangkah perlahan. One step at a time, one step at a time..aku terus melangkah.

Aku yakin, ada yang menungguku. Aku yakin, beberapa jiwa tergantung pada tekadku untuk terus melaju. Aku tidak akan jatuh. Aku tidak boleh jatuh. Entah sudah berapa banyak peluh, darah dan air mata tercurah, sudah tak kupedulikan lagi. Aku terus melangkah mempercayakan langkah pada belukar-belukar tipis. Sesekali peganganku terlepas, sesekali belukar-belukar itu putus akibat terlalu kencang kujadikan pegangan. Sebelum terhempas, buru-buru kuraih belukar lain.

Jika mau menengadah, sebenarnya dapat kulihat tali-tali lain yang lebih kuat daripada sekedar belukar. Namun ketika aku mencoba meraih sebuah tali kekar itu, tali itu justru naik ke atas, membuatku susah meraihnya. Kupertaruhkan keberuntunganku, aku melompat untuk meraihnya, namun apa daya tali itu justru merosot, hampir memukulku menuju ganasnya ombak di bawahku. Ternyata tidak berguna memohon bantuan pada tali itu, tidak jika aku hampir mengorbankan nyawaku.

Tali lain yang dulu tampak selalu ada, selalu bersama kakiku melangkah, kini makin sering menghilang. Kadang naik tak terjangkau, kadang menghilang tak terlihat. Kurasa sudah cukup rintihan untuk memanggil, sebaiknya terus saja melangkah tanpa merintih.

Karena merintih itu menguras energi.

Mungkin karena terlarut dalam pikiranku sendiri, tak kulihat jalanan yang mulai licin. Tanganku masih meraba-raba belukar dan kakiku masih melangkah perlahan, namun pikiranku kini telah berada pada mode auto pilot. Bagian pikiran yang digunakan untuk menjaga fokus sedang asyik berkeliaran merenung tentang berbagai skenario seandainya dan bagaimana jika.

Fungsi auto pilotku tidak dilatih untuk sangat berhati-hati. Dalam sepersekian detik, kakiku meluncur. Refleksku segera menyadari aku akan terjatuh dan ia segera melontarkan kedua kakiku, memutar badanku sekian rupa sehingga untuk sesatuan waktu yang singkat, aku melayang di udara. Aku dapat memilih untuk jatuh.

Namun tentu bukan pilihan mudah itu yang kuambil. Sudah kubilang, ada yang menungguku. Entah apa, namun kuyakin ada hal besar yang menungguku di balik tebing curam nan mematikan ini. Sudah kubilang pula, ada yang bergantung padaku. Dalam bisikan "aku tidak akan menyerah" itu, kulihat sebuah tempat aman. Tak seberapa luas, namun aman untuk menjatuhkan diri alih-alih menyerah pada ganasnya ombak. Tak buang waktu, kulontarkan tubuhku ke tempat itu. Ajaib, ketemuan akar sangat besar yang bisa menjadi pegangan, ya Allah, betapa cintanya Dirimu padaku.

Berucap syukur, kugenggam erat akar besar yang kuat itu. Kuputuskan untuk beristirahat sejenak. Kubuka perbekalan dan kuambil sekedar untuk menghilangkan dahaga, lapar dan lelahku. Aku bahkan tidak tahu apakah bekalku akan cukup sampai aku menemukan apa yang menjadi tujuanku. Bagaimana aku bisa tahu? Jika aku tidak tahu seberapa jauh aku berada dari tujuan itu. Namun aku yakin, Allah Mencintaiku.

Selepas beristirahat, kupeluk tubuhku sendiri. Benar makin kupahami bahwa terkadang, pada tiap ujian dan musibah, yang manusia punya hanya dua hal. Tuhan dan dirinya sendiri. Tidak ada harta, tak ada ilmu, tak ada sahabat bahkan kekasih, tak ada siapapun. Ia hanya berdua. Bersama Tuhannya yang syukurlah, sebenarnya Mencintainya.

Kukeluarkan salah satu surat cintaMu. Untuk kesekian kalinya coba kuresapi surat itu. Surat di mana Kau Menuliskan untukku, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Kau Menulisnya dua kali. Berulang. Seolah aku tak akan langsung teryakinkan dengan hanya satu janji. Berapa Dirimu sangat Mengenalku yang keras kepala, yang tak mudah percaya. Yang sering lalai dan lupa. Lupa akan janjiMu ini.

Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.

Kurapalkan janjiMu itu berkali-kali. Kucoba untuk Mempercayainya kali ini. Perlahan mulai kuyakin, pasti Kau tidak akan Mengecewakanku. Tidak akan pernah. Aku percaya padaMu, bahwa kau Mencintaiku. Dan aku percaya bahwa Kau Sesuai dengan persangkaanku.

18/09/15

Resep Masakan: Amalia's Homemade Pancake

Sesuai dengan yang kutulis di entri Cooking is Fun! And Sweet :) pada kesempatan ini aku ingin "mengembalikan semua sebagian knowledge (tentang masak-memasak) yang kudapat dari internet itu dalam bentuk posting resep" ". Ya, di entri ini aku akan berbagi resep yang sudah terbukti berhasil dan sukses kupraktekkan di dapur. Sumber dari resep ini (dan insyaallah resep-resep lain yang kuposting nanti) adalah dari internet. Setelah menemukan resep di internet, biasanya aku akan mencobanya langsung tanpa modifikasi. Jika hasilnya tidak sesuai standarku (yang lumayan tinggi lho kalau tentang masakan buatanku sendiri), maka aku akan melakukan modifikasi dan mencobanya lagi, lagi dan lagi. Enggak kapok-kapok sampai berhasil, hehe.

Pancake ini cocok dijadikan menu sarapan ataupun snack sebagai teman minum teh. Beragam topping bisa dipakai sebagai pelengkap pancake ini. Mulai dari madu, susu kental manis, margarin+keju, beraneka macam selai, es krim, sampai buah-buahan segar seperti strawberry dan pisang. Bahkan aku pernah makan pancake ini pakai abon sapi, hahaa..dan rasanya enggak aneh-aneh banget sih, meskipun enggak lazim. Homemade Pancake ini mudah untuk dibuat, dan karenanya aku cukup sering membuatnya. Sampai-sampai aku telah mengembangkan variasi lain yaitu Pancake Oatmeal yang lebih sehat dan lebih empuk. Kali ini, aku berbagi resep yang basic dulu ya, Amalia's Homemade Pancake. 


AMALIA'S HOMEMADE PANCAKE
(untuk 4 buah pancake berdiameter 18 cm)

Bahan:
  • 10 sendok makan tepung terigu serbaguna 
  • 3 sendok makan susu bubuk full cream
  • 100 mL (kira-kira setengah gelas) air matang
  • 2 sendok makan margarin
  • 1 butir telur ayam negeri berukuran besar
  • Setengah sendok makan gula pasir
  • 1,5 sendok teh baking soda (a.k.a Natrium Bikarbonat)
  • 1 sendok teh vanili bubuk
  • Topping sesuai selera


Alat:
  • Wajan antilengket
  • Sutil kayu
  • Baskom
  • Pengaduk (bisa pakai sendok makan, pengaduk spiral maupun mixer elektrik)
  • Sendok makan, sendok teh, sendok sayur dan gelas (sebagai alat ukur)
  • Kompor dan bahan bakarnya :p


Cara Membuat:
  • Lelehkan margarin menggunakan api kecil, namun jaga agar jangan sampai mendidih karena pendidihan akan merusak aroma lezat margarin. Bila sebagian besar margarin sudah meleleh, matikan api. Sisa margarin akan meleleh di wajan. Biarkan sampai margarin agak mendingin.
  • Larutkan susu bubuk dan gula pasir dalam air. 
  • Campurkan larutan gula-susu dan margarin leleh, aduk sampai rata.
  • Masukkan telur dan vanili bubuk, aduk sampai rata.
  • Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
  • Terakhir, masukkan baking soda, aduk sebentar saja asal rata.
  • Panaskan wajan anti lengket (kira-kira sepuluh detik) menggunakan api kecil (jangan menambahkan minyak ataupun margarin saat memasak pancake karena akan menyebabkan permukaan pancake tidak matang merata dan mulus). 
  • Tuangkan satu sendok sayur adonan, biarkan sampai gelembung-gelembung udara terbentuk dari adonan dan naik ke permukaan (enjoy watching the bubbles surface and pop. This is the most interesting part of making pancakes)
  • Ketika permukaan atas adonan mulai tampak mengering, balikkan pancake dengan sutil kayu.
  • Lanjutkan proses memasak selama 30 detik.
  • Pancake siap disajikan dengan topping sesuai selera.

Foto-foto:
Gunakan api kecil saja :)

Gelembung-gelembung udara mulai naik ke permukaan, artinya anda berada di jalur yang benar :D

Menurutku seperti inilah pancake yang "benar", warna cokelatnya relatif merata, tidak belang-belang
.
Diolesi selai cokelat-kacang, hmmm :)

Kitchen Science:
Baking Soda, alias natrium carbonat (NaHCO3), atau soda kue adalah suatu bahan kimia yang umum dipakai dalam pembuatan kue dan berfungsi untuk mengembangkan adonan. Saat larutan berair yang (misalnya adonan pancake) yang mengandung baking soda dipanaskan, akan terjadi reaksi penguraian baking soda menjadi karbon dioksida yang berwujud gas. Gas inilah yang kita amati saat proses pematangan pancake (gambar kedua). Karena kelarutan gas dalam air itu rendah, dan gas dalam air bersifat tidak stabil, maka aku selalu menambahkan baking soda di tahap akhir, tepat sebelum adonan dipanaskan. Setelah baking soda ditambahkan, jangan mengaduk adonan terlalu kencang karena hal tersebut akan mendesak gas terlarut dalam larutan untuk keluar ke udara, sehingga mengurangi gelembung-gelembung yang timbul.
Bagaimana dengan keamanan bahan tambahan makanan ini? Jangan khawatir, baking soda aman kok :) dan insyaallah halal, lha wong cuma garam karbonat gitu, Biasanya disintesis dari garam dapur, ammonia dan kalsium karbonat (gamping). Jadi, baking soda tidak berasal dari makhluk hidup ya. Berikut ini ada beberapa link tentang baking soda, bisa diklik:

  • Selayang pandang baking soda dan proses pembuatannya, Wikipedia
  • Mekanisme kerja baking soda ketika digunakan dalam pembuatan kue, (written by a PhD who i suppose, is great in kitchen too)dari chemistry.about.com

Seperti biasa terkadang posting-ku melebar kemana-mana, hehe. Sekian dulu ya, selamat mencoba dan semoga berkenan :)