You have no idea of how long words you had said will linger in a person's mind. Maybe a minute. Maybe an hour. Maybe overnight. Maybe forever.
Maybe you said those words without any serious intention, but for some people, those words might mean something. You never know; maybe they have created some images in their mind. Words you say? Maybe it's going to strengthen their images, their dreams even more.
So next time you're going to crack another jokes, or tease playfully, just remember...it might be a mind who is ready to keep it forever. Don't let it get something you don't intended to say.
29/10/10
26/10/10
Professors
This week I have mid-term examination. I hope I will not make any unnecessarily mistake again like I did in my first day of examination. I was disappointed in myself because I didn’t do my best for the first day’s subject.
Being a large class my class is, the faculty placed us to sit in room 2 and ruang sidang in unit 1. Two rooms are being merged so all of my classmate and everyone who take the test with us will have their own seat and still have enough space between them.
In ruang sidang, there are photographs of Faculty of Pharmacy UGM’s professors. Professor here means lecturer who has already got the highest academic rank. There are 30 of them, excluding one who hasn’t got his photograph displayed yet. I observed them attentively this afternoon after finished my test.
The first word came to my mind was "wow".
They all are looking good; they truly are. And more than looking good, they are gorgeous. They look sophisticated, astonishing, and indifferent at the same time. Indifferent in a gorgeous way. Their eyes are solemn and calm. Each photograph is like one you suppose to see when you look at a big scientist's picture. A great, wise and experienced one.
I was dazzled. I always think it takes a lot more than a brilliant mind to be a professor. Wow wow wow. I want to be there 30 years from now to see, who's got his/her picture displayed. It can be yours. It can be mine.
Mine??
It's not that i don't wanna be a professor someday. But maybe there are some things i want more. What are them? SECRET. Not that they are too important to share.
:D
Being a large class my class is, the faculty placed us to sit in room 2 and ruang sidang in unit 1. Two rooms are being merged so all of my classmate and everyone who take the test with us will have their own seat and still have enough space between them.
In ruang sidang, there are photographs of Faculty of Pharmacy UGM’s professors. Professor here means lecturer who has already got the highest academic rank. There are 30 of them, excluding one who hasn’t got his photograph displayed yet. I observed them attentively this afternoon after finished my test.
The first word came to my mind was "wow".
They all are looking good; they truly are. And more than looking good, they are gorgeous. They look sophisticated, astonishing, and indifferent at the same time. Indifferent in a gorgeous way. Their eyes are solemn and calm. Each photograph is like one you suppose to see when you look at a big scientist's picture. A great, wise and experienced one.
I was dazzled. I always think it takes a lot more than a brilliant mind to be a professor. Wow wow wow. I want to be there 30 years from now to see, who's got his/her picture displayed. It can be yours. It can be mine.
Mine??
It's not that i don't wanna be a professor someday. But maybe there are some things i want more. What are them? SECRET. Not that they are too important to share.
:D
Label:
opini,
posting in English,
stories
08/09/10
sabar!
Aku malu kalau mendapati diriku dalam keadaan tidak sabar. Seperti saat ini.
Kalau diamati sejak satu jam lalu, memang aku tampak seperti orang gila. Tadi aku merasa senang, sampai senyum-senyum sendiri. Merasa geli juga, karena ada sesuatu yang lucu.
Tapi saat ini, aku merasa kesal dan pingin banget memukuli karung pasir. Aku merasa tidak sabar. Aku pingin melakukan sesuatu secepat mungkin agar nanti tidak terlambat ke acara selanjutnya (dimana aku sudah JANJI untuk datang ke acara itu, berarti aku sudah berhutang). Tapi malah orang-orang keliatan tenang-tenang saja! Dengan kemampuan komunikasi yang pas-pasan ini sudah kusampaikan keinginanku, tapi mungkin aku tidak berhasil.
Hah!! Kiranya puasaku hari ini cuma mendapat lapar dan dahaga.
Kalau diamati sejak satu jam lalu, memang aku tampak seperti orang gila. Tadi aku merasa senang, sampai senyum-senyum sendiri. Merasa geli juga, karena ada sesuatu yang lucu.
Tapi saat ini, aku merasa kesal dan pingin banget memukuli karung pasir. Aku merasa tidak sabar. Aku pingin melakukan sesuatu secepat mungkin agar nanti tidak terlambat ke acara selanjutnya (dimana aku sudah JANJI untuk datang ke acara itu, berarti aku sudah berhutang). Tapi malah orang-orang keliatan tenang-tenang saja! Dengan kemampuan komunikasi yang pas-pasan ini sudah kusampaikan keinginanku, tapi mungkin aku tidak berhasil.
Hah!! Kiranya puasaku hari ini cuma mendapat lapar dan dahaga.
06/09/10
HUJAN (lagi)
Aku benar-benar suka hujan!
Aku juga tidak tahu alasannya. Banyak orang mengkaitkan hujan dengan memori atau orang tertentu dalam hidup mereka. Tapi aku nggak mau begitu. Bisa aja suatu saat aku membenci memori atau orang itu dan aku jadi membenci hujan. Aku tidak mau membenci hujan.
Hujan terlalu cantik.
Airnya turun sebagai tetesan-tetesan, bukan guyuran. Bisa sesakit apa sih kena tetesan hujan? Kecuali kita berlari dalam kecepatan lebih dari 40 km/jam (baca: naik sepeda motor) sambil hujan-hujanan.
Mungkin hujan itu sprayer raksasa ciptaan Allah buat menyirami bumi. Setelah disirami, tanah dan tanaman jadi tampak berwarna lebih gelap (ada penjelasan ilmiahnya). Gelap, terkesan sejuk.
Airnya turun dari atas, kadang-kadang aku membayangkan hujan itu seperti tirai. Dibalik tirai itu ada tanaman-tanaman, bangunan-bangunan, dan orang-orang yang kehujanan. Bayangkan kalau hujan menyembur dari bawah. Mungkin namanya bencana.
Saat ini, di hari libur menjelang lebaran, aku ngetik sambil melihat hujan dari balik kaca. Mungkin rasanya seperti melihat dunia memakai kacamata yang lensanya sedikit abu-abu.
Nggak ada yang perlu diburu-buru (hal terindah tentang liburan). Aku menaikkan kaki ke atas kursi. Kalau saat ini nggak puasa mungkin aku sudah membuat segelas teh hijau tanpa gula. Kalau tiap hari kita melakukan hal itu (duduk santai sambil melihat hujan dan meminum teh hijau) mungkin kita bisa tampak lima tahun lebih muda.
Aku jadi ingin hujan-hujanan. Memakai rok balon hitamku yang tebal dan bahannya mirip beludru itu, memakai atasan yang warnanya hitam juga dan berdiri menengadah menatap langit yang terbuka saat hujan. Tertawa riang seperti anak kecil...
Rasanya tidak mungkin. Maksudku, tidak mungkin dilakukan sampai aku punya rumah sendiri yang memiliki halaman tanpa atap yang benar-benar tidak bisa dilihat orang dari luar rumah.
Sebagai gantinya, berjalan di bawah payung saat hujan terasa boleh juga. Suara tetesan hujan yang mengenai (atau menghujam) payung diatas kepala terasa menyenangkan.
Yah.
Yang jelas, hari hujan adalah hari yang sejuk. Bukannya aku membenci matahari...tapi hari yang sejuk itu hari yang menyenangkan. Kesejukan identik dengan ketenangan. Dan bau khas yang tercium setelah hujan! Kita bisa menirunya dengan menyiram halaman yang kering, tapi aromanya tidak seindah aroma hujan yang asli (yang sebenarnya adalah aroma debu yang terbasahi).
Tidak lupa suara-suara saat hujan. Menenangkan, bukannya menakutkan. Suara tetesan air mengenai daun, suara air yang jatuh dari saluran air, suara air yang menetes di kubangan air, suara angin, suara guruh dan guntur. Lalu ada juga kilat yang terkadang tampak di langit.
Hujan, hujan....asal nggak terjadi saat aku bersenang-senang di pantai atau sedang terburu-buru dan nggak menimbulkan banjir, memang indah sekali!
Langganan:
Postingan (Atom)