12/02/10

For The Broken Hearted

Banyak orang menginginkan bahkan setengah saja yang sudah kau miliki dalam hidupmu. Kelengkapan dan kesempurnaan ragamu, jiwamu, kecukupanmu. Kecukupan bahkan kelebihan yang kau miliki dalam hidupmu.
Maka berlebihankah jika orang-orang yang menyayangimu (yang mana mereka merupakan anugrah tersendiri dalam hidupmu), menyuruhmu untuk berhenti meratapi nasibmu? Berhenti untuk merasa bersedih dan merasa sebagai orang yang paling merana sedunia karena patah hati.
Karena kau memang bukan orang yang paling merana sedunia. Karena hidupmu adalah sebuah kehidupan yang layak kau jalani. Karena Tuhan telah memilihmu sebagai orang yang cukup kuat untuk menjalani ini semua. Termasuk untuk menjalani saat-saat seperti ini.
Sakitnya? “Kau tak akan pernah mempercayainya” ; “mudah bagimu tuk berbicara seperti itu” ; “bukan kau yang merasakannya”. Tentu saja tak seorang pun pernah merasakannya sahabatku, merasakan apa yang sedang kau rasakan saat ini. Karena tidak ada satu pun kejadian yang benar-benar sama. Takkan ada orang yang pernah merasakan rasa sakit seperti yang kau rasakan.
Namun, mereka, orang-orang yang menyayangimu, percaya bahwa kau bisa. Kau bisa melewatinya, karena itulah kau mengalaminya. Tuhan yang tidak pernah salah melakukan perhitungan tahu kau sanggup mengalaminya. Bahkan saat kau berpikir kau tidak akan bisa bangkit lagi. Kau bisa tersenyum lagi.
Karena itulah mereka yang menyayangimu selalu menyuruhmu bangun, memaksamu berdiri.
Dan membantumu untuk menyembukan lukamu pelan-pelan.
(Mungkin dengan cara-cara yang kau anggap ekstrim—percayalah, jika mereka benar-benar menyayangimu, semua cara ekstrim itu hanya demi ke-”sembuh”-anmu)
Semua itu karena mereka yakin,
Hidupmu terlalu indah untuk kau sia-siakan.
^^

---hidup itu untuk dijalani---
Bukan untuk diratapi

06/12/09

WASPADA TIPUS

**********artikel ini aku buat saat aku daftar PIOGAMA--Pusat Informasi Obat Universitas Gadjah Mada--semoga aku diterima, amin...biar hobi nulisku bisa berguna buat orang banyak**********

Tentu anda sudah pernah mendengar tentang, atau bahkan mengalami tifus. Penyakit yang juga dikenal sebagai demam tifoid ini mengakibatkan penderitanya mengalami demam tinggi (terkadang sampai menimbulkan gangguan kesadaran seperti kejang dan meracau), merasa lemas, pusing, mual, sakit di daerah perut, dan diare (walaupun ada penderita yang malah mengeluh mengalami sembelit).

Penyakit ini memasuki tubuh melalui makanan atau minuman yang mengandung Salmonella typhi. Bakteri ini selanjutnya memasuki saluran pencernaan dan masuk ke hati dan limpa. Bakteri ini mampu merusak usus halus sehingga usus mengalami perforasi (kebocoran) dan hal ini dapat berakibat fatal. Penderita tipus hendaknya beristirahat total diatas tempat tidur (bed rest) setidaknya selama 3 hari atau sampai demamnya turun. Kebersihan dan makanan yang diberikan pada penderita juga harus benar-benar diperhatikan. Makanan yang diberikan pada penderita tipus tidak harus berupa bubur saring atau makanan lain yang sangat halus. Penderita boleh memakan makanan-makanan yang lunak, tetapi tetap harus menghindari makanan yang masam, pedas, mengandung terlalu banyak serat, dan menghasilkan gas (seperti kol). Infus diberikan untuk menghindarkan penderita dari dehidrasi. Selain memberikan obat untuk menghilangkan gejala yang ada (seperti demam dan pusing), dokter akan meresepkan antibiotik seperti kloramfenikol untuk melumpuhkan bakteri penyebab tipus.

Indonesia adalah daerah endemik tipus, artinya penyakit ini banyak ditemui di negara kita dan menyerang berbagai lapisan usia. Walaupun begitu, perempuan dan balita lebih rentan terhadap penyakit ini. Diperkirakan antara 800-100.000 orang terserang penyakit tipus sepanjang tahun. Setiap orang bisa terkena tifus, tidak terkecuali anda. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?
Kebersihan adalah kata kunci dalam pencegahan tifus. Usahakan selalu mencuci tangan setiap kali hendak menyantap makanan. Begitu pula sehabis buang air kecil ataupun besar. Jangan menyantap makanan yang kebersihannya tidak terjamin. Jangan pula menyepelekan kebersihan alat-alat makan seperti sendok, piring, dan gelas. Daya tahan tubuh yang sehat juga akan menghindarkan anda dari tifus. Karena itu, makanlah makanan yang bersih, sehat, dan bergizi dalam porsi yang cukup dan teratur. Cukupi kebutuhan istirahat anda, rajinlah berolahraga, dan hindari stres. Vaksinasi tifus pun dapat menjadi pilihan anda untuk meminimalkan resiko terjangkit tifus.

Lebih baik mencegah daripada mengobati!

03/11/09

Orang yang Simetris = Orang yang Menarik?

Coba deh sekarang anda bercermin. Lalu amati baik-baik tiap bagian dari wajah anda. Mata, telinga, hidung, bibir, alis...amati dengan seksama. Bayangkan sebuah garis imajiner di tengah-tengah wajah yang membagi wajah jadi dua bagian, kanan dan kiri. Kalo susah bayanginnya, ambil aja penggaris 30 cm terus tegakkan di tengah-tengah muka (orang geela..orang geela). Naah, sekarang amatilah apakah sisi bagian kiri simetris dengan sisi bagian kanan. Apakah cuping hidung kiri anda sama besar dengan cuping hidung kanan? Apakah sudut mata kanan anda sama kemiringannya dengan sudut mata kiri? Apakah kedua daun telinga anda sama besar? Teruskan pengamatan anda.
Mungkin anda akan menemukan ada beberapa bagian anggota wajah yang nggak simetris. Emang umumnya begitu kok. Wajar itu. Nggak perlu risau (ih, siapa juga yang risau). Nggak Cuma bagian-bagian wajah, bagian tubuh pun begitu. Jari telunjuk kanan dan kiri bisa saja nggak sama panjang. Misalnya saya, kalo habis bangun tidur, pasti deh mata dan kantong mata saya terlihat aneh, nggak sama besar. Kalau saya tidurnya miring ke kiri, bisa dipastikan mata dan kantong mata kiri lebih besar. Denger-denger, eh, maksudnya (dari) baca-baca sih katanya itu karena adanya penimbunan air selama tidur. Biar ilang, sebaiknya kantong mata yang membesar dipijet-pijet biar airnya nggak ngumpul disitu. Tapi males ah, masa bangun-bangun suruh pijet-pijet kantong mata. Kalo keculek kan repot.
Nah, ternyata ada orang-orang yang dianugrahi kesimetrisan lebih oleh Allah. Kenapa dikatakan anugrah? Begini saudara-saudara, menurut penelitian yang entah dilakukan oleh siapa, dilakukan dimana dan entah kapan (maaf saya lupa), ternyata ditemukan bahwa orang yang kedua sisi tubuhnya simetris dinilai lebih menarik (alias lebih cantik buat yang cewek dan lebih ganteng buat yang cowok). Ih, nggak penting banget sih, menarik-tidaknya seseorang Cuma dilihat dari kesimetrisan wajahnya! Mungkin begitu pikir anda. Tapi benarkah itu nggak penting?
Pernah nonton acara Naked Science nggak? Ada satu episode (episode favorit saya) yang judulnya “What’s Sexy?”. Saat sperma dan ovum bertemu, masing-masing membawa setengah set genom dari pemilik sperma dan ovum itu. Setengah gen ini mengandung informasi-informasi genetik yang kelak diwariskan pada anak hasil pertemuan itu (kalo Allah mengizinkan). Ada sifat-sifat baik dan tentu aja ada sifat-sifat yang kurang diinginkan. Ternyata, tanpa sadar orang-orang lebih menyukai lawan jenis yang genomnya punya keanekaragaman gen yang berbeda dengan mereka. Nah, kebayang dong kalau gen-gen yang beda saling bercampur? Akan terbentuk individu baru yang gennya beraneka ragam. Gen yang beraneka ragam ini diharapkan bisa menghadapi tantangan zaman. Maksudnya? Memiliki berbagai macam kekebalan yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang makin gila ini (halah). Akhirnya, lahirlah anak yang kuat, karena punya gabungan sifat-sifat baik (kuat) dari kedua orang tuanya.
Dan, tanpa sadar, manusia punya kemampuan untuk mengenali gen lawan jenisnya dalam beberapa detik saja! manusia bisa mengenali apakah lawan jenis yang dihadapinya bisa menyumbangkan setengah genom yang “bagus”. Mekanisme pengenalan ini bisa melalui feromon (zat kimia yang dikeluarkan makhluk hidup dewasa untuk menarik lawan jenis). Bukan tawon aja lho yang punya feromon. Selain feromon, ternyata kita manusia bisa “membaca” gen lawan jenisnya dengan melihat wajahnya. Kalau anda merasa terkagum-kagum dengan kecakepan fisik seseorang, atau merasa tertarik pada seseorang tanpa alasan yang logis dan jelas kecuali “seneng aja ngeliat dia” itu salah satu indikasi bahwa orang itu bisa melengkapi gen-gen yang anda miliki.
Disitu diterangkan kalau kita manusia, secara umum suka sama lawan jenis yang cakep. Cakep berarti menyenangkan saat dilihat, kan? Indikatornya antara lain kulit mukanya berseri-seri, rambutnya ....., kulitnya mulus, hidungnya ..., matanya.... wis sebut sendiri lah semua yang anda inginkan di titik-titik yang saya sediakan. Ternyata ciri-ciri umum yang dimiliki orang cakep itu mengindikasikan bahwa orang itu lebih sehat, lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan (alias lebih bisa survive), dan...lebih subur! Wah, jadi kalau ada yang memuji kecakepan anda, artinya anda subur dong? Hahaha... yang jelas, orang yang cakep dan menarik itu katanya lebih sehat dari yang lain.
Terus hubungannya dengan kesimetrisan tubuh tadi apa? Begini, rancang bangun tubuh kita ini emang sudah didesain Allah sedemikian rupa sehingga simetris. Inget deh pelajaran biologi, rancang bangun manusia itu simetris bilateral. Kalau kesimetrisan itu bisa terus tampak, itu berarti sistem tubuhnya bagus, buktinya semua sisi berkembang maksimal, kan? Adanya ketidaksimetrisan ditenggarai mengindikasikan ada bagian yang kurang berkembang. Nggak heran sih kalo menurut penelitian itu responden lebih memilih lawan jenis yang wajahnya simetris kiri-kanan. Terus aku pernah baca artikel di internet nih. Ada penelitian lain, di penelitian itu responden suruh mencium bau kaos-kaos bekas pakai dan memilih satu kaos yang aromanya paling disukai (ih nggilani tenan to penelitiane? aku emoh nek ditawari dadi respondene. Tapi sopo juga sing arep nawari aku? Hehehe). Hasilnya?? Dari bau kaosnya bisa diketahui apakah pemakainya berwajah simetris atau enggak. Dan mayoritas responden memilih kaos bekas pakainya orang berwajah simetris tadi. Huwekk...sungguh penelitian yang nggilani (menjijikkan, red).
Oh iya, satu lagi. Menurut tayangan ini, para wanita menjadi lebih simetris saat mereka sedang ovulasi. Kemungkinan itu disebabkan distribusi cairan tubuh yang berubah. Hohoho...aku jadi berkesimpulan, tujuan manusia hidup di dunia ini setelah bertahan hidup adalah melanjutkan keturunan. Kok bisa? Ya iyalah...saat ovulasi, kan wanita sedang subur-suburnya. Alias sel telurnya sedang matang, dan kalau ketemu sperma besar kemungkinan sukses menghasilkan anak. Kalau mereka simetris, mereka lebih menarik, ah, susah ngomongnya...ngerti kan? Bahkan aku pernah baca di internet, gejala-gejala PMS (Pre-Menstrual Syndrom) dikaitkan dengan ini. Gejala-gejala itu antara lain nesu-nesu (ngamuk-ngamuk, red) nggak jelas dan penimbunan cairan di tubuh (penimbunan cairan juga bikin gak tubuh simetris). Kedua gejala ini ditenggarai akan “mengusir” makhluk bergenom 22XY di sekitar mereka. Hihihi, kasian ya. Kenapa perlu diusir? Karena saat lagi PMS wanita lagi nggak subur, lha wong sel telurnya udah hampir diluruhkan gitu. Ada sperma juga palingan nggak bisa sukses membentuk zigot.
Sungguh tayangan yang ilmiah banget, merasakan sensasi lust aja ternyata bisa dianalisis dan dioprek-oprek sampai mendalam memakai kaca mata ilmiah. Buat kita, mungkin aja peristiwa “seneng-ketemu-orang-cakep” itu biasa. Tapi ternyata melibatkan peristiwa ke-BioMoL-an yang rumit (biomol : biologi molekuler, red). Masalah percaya atau enggak terserah anda. Mungkin anda nggak percaya. Untuk menjadi menarik, apakah kita harus simetris? Lha kalo nggak gimana? Menurut saya pribadi sih nggak. Pernahkah anda mengamati wajah orang yang anda sukai (fisiknya)? Waduh, bahaya...hehehe. Tapi kalau pernah, apakah anda tahu orang yang anda sukai fisiknya itu benar-benar simetris wajahnya? Kayaknya enggak pasti juga kan.
Pasti ada alasan lain selain fisik. Apa tujuan menikah Cuma buat menghasilkan keturunan yang luar biasa? Kalau gitu, alangkah baiknya jika kita menyekuen (mengadakan sequencing) genom kita lalu menaruh filenya dalam sebuah CD dan menyuruh orang-orang melakukan hal yang sama. Terus, kalau mau cari jodoh yang tepat, nggak usah ribet-ribet, taaruf (kenalannya) via CD aja. Alias tuker-tukeran CD yang isinya informasi genetik kita. Kayak usulnya dosen biologi molekulerku. Ajib. Tapi yakin tujuan nikah Cuma itu? Saya beragama Islam, dan agama saya mengajarkan bahwa menikah itu setengah agama. Menikah itu menyempurnakan agama. Yang saya inget dari pelajaran agama waktu SMA dulu, tujuan nikah selain meneruskan keturunan juga untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat. Owh, how nice.

p.s : Waduh, tuwo banget to tulisanku, serasa moco tulisane mbah-mbah....

Lentog Tanjung is The Best Breakfast Ever!

Lentog is The Best Breakfast Ever!


Lentog? Ih, apa itu lentog? Buat yang berasal bukan dari Kudus mungkin nggak tau apa itu lentog. Well, lentog itu nama makanan. Di Kudus banyak dijual pagi-pagi sebagai menu sarapan. Kalo udah agak siangan dikit, udah bubar tuh yang pada jualan. Kali ini aku akan membedah sajian bernama lengkap lentog Tanjung ini (wah bahasanya sok-sok kayak pembawa acara kuliner gitu, nggayane pol). Emang makanan ini berasal dari desa Tanjung, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia (lengkap banget). Tapi sekarang sudah tersebar ke seluruh penjuru kabupaten. Jadi gampang banget kalo mau cari orang jualan lentog di Kudus. Di GOR Wergu juga banyak tuh yang jualan.

Penampilan? Seperti ini nih...



Walopun penampilan dan namanya nggak begitu komersil (len-tog, pronunciation-nya lentok) dan ndeso, rasanya jangan tanya....enak banget (menurut aku). Jadi laper nih. Hiks, Liong emang kayaknya paling lemah sama makanan enak. Dan jangan khawatir, insyaallah lentog 100% halal, asal belinya secara halal lho.

Lentog terdiri dari 3 penyusun utama :
• Lontong. Udah pada tau kan lontong itu apa. Itu lho beras yang dimasak didalem daun pisang, kayak ketupat tapi bentuknya silinder dan warnanya keijo-ijoan (klorofilnya daun pisang luntur kali). Kayak lemper tapi nggak ada isinya, beras doang. Nah, yang khas dari para pedagang lentog di Kudus, mereka kalo motong lontong itu bukan bulet-bulet tapi miring-miring. Kenapa? Mungkin biar artistik. Kalo lebaran biasanya ibu masak lontong opor dan sambel goreng tu, nah aku ikut-ikutan para bakul (penjual-red) lentog deh, motongnya miring-miring...

• Sayur gori. Itu adalah nangka muda (gori) yang dimasak pake santen encer. Aku nggak tahu bumbunya apa aja, yang jelas beda jauh rasanya ma gudeg Yogya, walopun sama-sama dari gori. Gorinya rasanya lembut-lembut piye di lidah (lha piye?). Dulu waktu masih kecil, kalo makan lentog aku nggak memakan sayur ini, alias nggak doyan. Tapi dengan bertambahnya usia dan kerakusan, karena masih laper ya udah aku ganyang aja deh itu sayur. Lumayan nambah nutrisi (halah, padahal karena rakus).

• Tahu-tempe yang dimasak pake santen encer (nggak tahu namanya apa). Nah, ini dia part of lentog yang paling bikin lidahku menari-nari (halah). Terutama tahunya! Wenak (enak, red) banget deh! Biasanya aku sisihin bagian ini buat dimakan paling akhir. Save the best for last, kata temenku gitu. Kalo tempenya sih biasa aja. Malah cenderung aneh deh rasanya. Tapi tahunya...haaa...jadi makin laper.

Sebagai pelengkap, dijual sate telur puyuh yang dibacem dan kerupuk. Sate telur puyuh ini, asli cocok banget dimakan sama lentog. Enggak tahu kenapa, udah jodohnya mungkin. Buat yang doyan banget pedes dan nggak bisa makan tanpa cabe, tenang aja. Dalam paket pembelian default (halah!) biasanya lentog dilengkapi dengan beberapa CABE RAWIT yang (kayaknya) dikukus. Cabenya utuh, nggak dipotong-potong apalagi dihaluskan. Aku nggak begitu doyan pedes, jadi dijamin mangar-mangar (dooh, bahasa Indonesianya mangar-mangar tuh apaan yak) kalo sampe keceplus (nggigit secara nggak sengaja, red). Jadi sebelum makan, biasanya nyari-nyari lomboknya dulu, terus dua butir lombok rawit itu aku cacah-cacah pake sendok biar ancur lalu aku aduk-aduk biar pedesnya merata. Wuhh, mbayangin aja udah bikin kemringet (keringetan, red). Slurrp! Di beberapa penjual lentog juga aku nemuin sambel cabe merah yang –entah gimana cara bikinnya- teksturnya cair banget dan berminyak. Tenang aja, pasti boleh kok minta sambel lagi kalo kurang pedes.

Jadi buat anda-anda yang belum pernah ke Kudus, jangan lewatkan sarapan istimewa ini. Biar pengalaman gitu. Gizinya juga menurutku lumayan lengkap sebagai sebuah sarapan pagi. Karbohidrat, protein, lemak, mineral, serat, ada. Hmmm, vitaminnya kita tambah sendiri kali ya (ato sayur gori ada vitaminnya?). Sayangnya, tiap porsi lentog itu kecil nggak begitu ngenyangin, walaupun udah cukup bisa mengganjal perut (daripada nggak sarapan). Jadi, jangan malu-malu nambah, hehehe. Tenang aja, sampai tulisan ini diturunkan, harga seporsi lentog+sate telur+kerupuk cukup Rp 4.000,- saja. Murmer to?
Haa....I miss lentog very much