16/06/12

Vaksin

Kemarin, hari Kamis 14 Juni 2012, PIOGAMA mengadakan diskusi kecil-kecilan, namanya PoPi (Pojok Piogama). Waaah, sebagai anggota yang baik (maksudku anggota yang galau enggak punya kerjaan), tentu aku datang dong, apalagi fasilitator diskusinya dosen favoritku. Menurutku, kuliah yang diberikan dosen itu keren, nyeleneh tapi membuka wawasan, I think moral of his lectures is: Sebelum mempercayai berita yang beredar di luar, kita harus berpikir kritis dan mencari dasar ilmiah dulu. Wah bakalan panjang sih kalau aku tulis semua yang membekas dari kuliah beliau...di kesempatan ini aku ingin menuliskan beberapa hal yang aku mengerti dari diskusi itu. Tapi enggak semua ya. Oh iya, diskusinya berjudul "Manfaat dan Resiko Vaksin, Mana yang Lebih Besar?".


****

Sejak pertama kali dikembangkan oleh Edward Jenner, manfaat vaksin dalam peradaban manusia yang paling remarkable sampai saat ini adalah kesuksesan vaksin dalam mengeradikasi (melenyapkan) penyakit cacar (cow pox) dari muka bumi. Pada tahun 1975, dunia dinyatakan bebas cacar (bukan cacar air lho, beda virusnya). Sekarang yang sedang diusahakan adalah mengeradikasi polio dari muka bumi ini. Kesuksesan vaksin polio dalam melindungi serangan virus tsb mencapai 100%. Vaksin sendiri merupakan salah satu preparat farmasi yang berisi agen patogen (misalnya virus dan bakteri) yang dimatikan, dilemahkan, atau berisi bagian dari agen patogen tersebut (misal dinding sel, protein dsb). Pemberian vaksin bertujuan untuk memicu tubuh menghasilkan antibodi terhadap agen patogen yang dimaksud tanpa menimbulkan penyakit seperti jika tubuh terkena penyakit dari patogen tersebut (=klo kita divaksin polio, maka tanpa terserang polio tubuh kita sudah punya antibodi terhadap virus polio, dan sewaktu-waktu jika ada virus polio yang masuk ke tubuh, antibodi itu akan menghancurkan virus tsb sehingga kita gak kena polio).

*****

Waktu paro antibodi yang dihasilkan oleh tubuh terhadap virus polio di dalam OPV (oral polio vaccine) mencapai 3000 tahun (trolololo). Sedangkan antibodi terhadap virus cacar dari vaksin cacar memiliki waktu paro 90 tahun. Artinya antibodi yang dihasilkan oleh kedua jenis vaksin tersebut sangat stabil sehingga vaksinasi hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup.

*****

Namun sayangnya tidak semua vaksin memiliki angka keberhasilan proteksi 100%. Vaksin BCG (pencegah TBC), misalnya, hanya memiliki nilai keberhasilan/kemanjuran 0-80%. Pada populasi di Georgia, Amerika Serikat, angka keberhasilan vaksin ini 0%. Namun pada populasi di Inggris, nilai kemanjurannya 80%. Di Indonesia? Seperti biasa belum ada data -__________-  Kenapa perbedaan respon orang terhadap vaksin ini bisa terjadi? Semuanya tergantung gen kita. Vaksin ini dibuat dari bakteri Mycobacterium bovis, bakteri yang menyebabkan  TB (tuberkolosis) pada sapi namun tidak menyebabkan TB pada manusia. Protein dinding sel bakteri tsb mirip dengan protein dinding sel Mycobacterium tubercolosis (yang menyebabkan TB pada manusia). Diharapkan sistem imun kita akan mengenali protein dinding sel tersebut, kemudian menghasilkan antibodi yang bisa mengenali Mycobacterium tubercolosis juga. Namun berhubung kita semua merupakan mutan (dalam artian profil genetika kita unik dan berbeda-beda satu sama lain), maka ada orang yang bisa menghasilkan antibodi jika diberi vaksin tsb, ada juga yang tidak.

*****

Bagaimana dengan kontroversi tentang mudharat vaksin? Ada beberapa kasus yang memicu hal tsb, antara lain vaksin rotavirus yang menyebabkan penyumbatan saluran cerna sehingga vaksin tsb ditarik dari peredaran. Kemudian pernah dilaporkan seorang anak meninggal setelah diberi virus DPT (vaksin kombinasi pencegah Difteri, Pertusis dan Tuberkolosis). Hal ini dapat disebabkan karema vaksin DPT dibuat dari bakteri pertusis, dimana bakteri tersebut memiliki lipid A pada dinding selnya. Lipid A merupakan suatu pirogen kuat, dapat menimbulkan demam sampai 40 derajat celcius dan mengakibatkan kematian. Sekarang telah dikembangkan vaksin DaPT ("a"-nya berarti "acellular"). Dalam vaksin DaPT, bakteri diganti dengan glikoprotein yang memiliki aktivitas imunogenik sama dengan bakteri utuh. Glikoprotein ini bukan pirogen sehingga tidak menyebabkan demam. Sayang harganya 10x lipat vaksin DPT biasa 

*****

Pernah juga dilaporkan kasus seorang anak terkena polio beneran setelah divaksin dgn OPV (oral polio vaccine, vaksin polio yang ditelan itu, kayak pas zaman kita TK). Well, OPV dibuat dari virus polio yang dimutasi. Virus polio wild type (yang asli, gak dimutasi) hidup di mukosa usus manusia dan dapat menembus sel usus, kemudian menimbulkan penyakit. Virus polio yang digunakan dalam pembuatan OPV dimutasi sehingga tidak bisa menembus mukosa usus. Lantas kalau dia tidak bisa menembus mukosa usus, bagaimana bisa memicu pembentukan antibodi? Ingat mucosal immunology (kuliahnya bu Retno, PhD, buat yang udah ambil Rek.Antibodi sih). Sel dendritik bisa mengambil virus diluar sel usus kemudian mempresentasikannya ke sel B dan sel T, kemudian sel T akan menghasilkan antibodi. Antibodi yang dihasilkan karena respon imun thd virus umumnya memiliki waktu paruh yang lama, umumnya bisa sampai seumur hidup. Karena itulah OPV dapat melindungi dari polio dengan tingkat keberhasilan 100%. Namun ingat, virus polio dalam OPV itu merupakan virus yang dimutasi, yang mana memiliki perbedaan 1 jenis asam amino dengan virus wild type. Kemungkinan terjadinya mutasi balik, yaitu virus yang sudah dimutasi itu kembali lagi sifat virulensinya alias menjadi virus wild type yang dapat menimbulkan polio, selalu ada. Oleh karena itu, sangat mungkin seorang anak yang menerima OPV justru terkena polio. karena itulah, di Amerika sekarang OPV gak dipakai lagi. Sebagai gantinya dipakai virus polio yang dimatikan dan diberikan melalui injeksi (injeksi intramuskular ya harusnya?).

*****



Vaksin dibuat dari patogen yang dimatikan, dilemahkan atau dari bagian tertentu patogen tersebut. Untuk yang dibuat dari patogen yang dimatikan, bahan tambahan yang digunakan untuk mematikan patogen antara lain adalah formaldehid. Menjelang tahap akhir pembuatan vaksin, formaldehid dipisahkan dari vaksin tersebut, namun jejak atau sisa-sisa (traces) dari  formaldehid dapat tersisa di vaksin tersebut. Nah, kata berita, formaldehid ataupun formalin (larutan formaldehid dalam air) berbahaya bagi kesehatan? Tahukah anda bahwa sebenarnya, secara normal darah kita mengandung formaldehid dalam kadar 6-10 ppm. Secara alami, makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung formalin: kerang hijau, daging yang dibakar, bahkan sayuran. Demikian juga kain yang kita pakai untuk pakaian, diproses pula dengan formaldehid. Sebenarnya, formaldehid di dalam tubuh cepat dieksresi (dikeluarkan) dan penelitian pada ayam membuktikan bahwa formaldehid tidak diakumulasi di dalam otot, hepar, kulit dan telur. Formaldehid berbahaya jika masuk ke tubuh melalui pernafasan, bisa menyebabkan kanker nasofaring (walaupun hal ini juga membutuhkan waktu yang lama, bisa sampai 40 tahun). Formaldehid juga berbahaya jika uapnya terkena mata, karena bersifat iritan. Walaupun begitu, sekali lagi, formaldehid dalam vaksin tidak perlu dikhawatirkan karena kalaupun ada, kadarnya pastilah sangat kecil sekali. Jauh lebih sedikit daripada yang terdapat di dalam sate atau daging asap.

*****

Selain formaldehid, zat tambahan lain pada vaksin yang dikhawatirkan menyebabkan efek buruk adalah timerosal. Timerosal digunakan sebagai pengawet, merupakan suatu senyawa merkuri organik dan sulit dieksresi dari tubuh. Padahal, kalau seseorang divaksinasi lengkap dari sejak ia lahir sampai akil baligh, ia  akan menerima 70 vaksinasi sehingga jumlah timerosal yang masuk ke tubuhnya lumayan banyak. Diduga timerosal memicu timbulnya autis pada anak sehingga sekarang tidak digunakan lagi. Namun anehnya, walaupun sekarang timerosal sudah tidak digunakan lagi, prevalensi kasus autisme pada anak tidak berkurang. Logikanya, timerosal tidak memicu autis. Lantas kenapa kasus autisme masih ada? "Kurang perhatian dari orang tua mungkin?" (Kata dosenku).

*****


Tujuan vaksinasi sendiri adalah agar tubuh kita menghasilkan antibodi terhadap suatu penyakit tanpa harus terkena penyakit itu. Setelah antibodi terbentuk, tubuh mampu menghancurkan patogen penyebab penyakit. Pada sebagian besar kasus, manfaat vaksinasi masih lebih besar daripada mudharatnya, apalagi jika kita hendak memasuki daerah endemik penyakit tertentu. Untuk keselamatan diri sendiri kita harus divaksin terlebih dahulu. Begitu juga tenaga kesehatan yang hendak memasuki rumah sakit dan berinteraksi dengan pasien hendaknya divaksin hepatitis B (karena hepatitis B sangat mudah menular, antara lain melalui alat makan yang dipakai bersama). Namun seperti biasa kita harus kritis memilih vaksin yang hendak kita masukkan ke tubuh. Vaksin rotavirus misalnya. Vaksin yang ditujukan untuk mencegah diare karena virus ini menghasilkan antibodi yang hanya mampu bertahan selama 6-12 bulan. Kecuali kita hendak memasuki daerah endemik diare, vaksin ini tidak diperlukan. Toh melalui makanan kita sehari-hari, mungkin kita sudah terpapar virus itu dan sudah punya antibodi terhadap rotavirus. Vaksin HPV (Human Papiloma Virus) yang ditujukan untuk mencegah kanker leher rahim hanya efektif jika diberikan pada anak wanita berumur 9-16 tahun. Kenapa? Setelah menginjak usia 16 tahun, kemungkinan seseorang sudah pernah terpapar HPV sehingga sudah punya antibodi terhadap HPV. Namun sebagian besar orang yang terpapar HPV tidak menunjukkan gejala, terutama orang yang kekebalan tubuhnya bagus. Karena itu vaksinasi HPV pada gadis remaja berumur lebih dari 16 tahun perlu dikaji lagi manfaatnya mengingat biayanya yang tidak murah.

*****


07/06/12

Pikiran Aneh Akhir-Akhir Ini =.='

"Aku selalu curiga sama orang yang mengajakku bergosip. Karena mereka menganggap penting setiap hal kecil dari tiap orang. Jangan-jangan hal yang kuanggap kecil yang kulakukan di depan mereka dianggap sebagai hal yang lebai kemudian mereka akan menggosipkannya dengan orang lain. Dia bisa melebaikan hal kecil dari orang lain, ada jaminan nggak kalau dia nggak bakal ngomongin aku?" (Sabtu malam, 2 Juni 2012 di warung nasi goreng sapi Jalan Abu Bakar Ali, Yogyakarta).

"Kayaknya salah satu pekerjaan paling overpaid di Indonesia itu tukang parkir ya?" (My exact saying, Minggu pagi 3 Juni 2012 di parkiran lembah UGM).

"So an analyst handles mistakes from others better than any other profession, because an analyst is always dealing with error, never with a correct, exact result?" (Kamis pagi, 7 Juni 2012 di lab analisis farmasi, in reply to dosenku yang berkata bahwa analis selalu berurusan dengan kekeliruan dan hasil kerjanya selalu punya nilai kesalahan -_____- tetapi ia harus mampu mengusahakan kesalahan itu sekecil mungkin).

"Ternyata kalau kita selalu berusaha tidak peduli terhadap sesuatu, lambat laun kita jadi terbiasa" (Kamis malam, 7 Juni 2012 di kamar kosku).

Waaa, benar-benar perlu suntikan energi positif nih....

21/05/12

Like a Sir

Mungkin sudah berbulan-bulan lalu, aku lihat sebuah post di 9gag tentang sebuah film yang akan dirilis (biasaaa, spoiler). Di film tersebut Johnny Depp jadi aktornya, dan salah satu dialognya berbunyi seperti ini, "you may strategically place your wonderful lips upon my posterior and kiss it repeatedly". Ternyata, arti kalimat itu tidak bagus untuk diperdengarkan kepada adik-adik kita yang masih di bawah umur, alias merupakan sebuah umpatan. Dan di bagian bawah post itu, ada tulisan "Johnny Depp, cursing like a sir". Wah, kalau orangnya enggak ngerti seperti aku, bisa-bisa dikira kalimat itu disalah artikan sebagai pujian, ya...padahal itu kalimat buat misuh. Berdasarkan yang pernah aku baca sih, sarkasme merupakan suatu seni yang membuat orang menyangka bahwa mereka disanjung, padahal sebenarnya mereka sedang dicaci. Namun dikatakan bahwa belajar memahami sarkasme dapat membuat seseorang lebih cerdas, aku setuju itu. Kan belajar sesuatu yang enggak gampang itu bikin pinter.

Nah, beruntunglah teman-teman sekelas (terutama teman segolongan praktikum dulu, salah satunya Niha), akhir-akhir ini sedang rajin nonton film di bioskop. Waktu pertama kali diajak nonton Dark Shadows, aku ragu-ragu. Soalnya pernah denger sekilas darimana gitu, itu film tentang vampir. Eh ternyata yang jadi vampirnya Johnny Depp. Berarti film itu merupakan film yang salah satu dialognya sudah aku tulis di paragraf pertama postingan ini, hihihi. Mengingat kutipan sarkasme yang terkesan elegan (tapi sebenarnya kasar itu), aku pun tertarik untuk ikut.

Aku enggak akan menuliskan cerita filmnya sih. Filmnya bagus kok, lucu di awal-awal. Menjelang akhir film, ceritanya serius, tapi secara keseluruhan menghibur sih menurutku. Terus sejak awal, di film ini digaungkan terus pemahaman tentang "blood is thicker than water". Pokoknya harta yang paling berharga adalah keluarga (mirip-mirip serial Keluarga Cemara, ya, hehe). Namun, menurutku yang paling menarik dari film itu adalah gaya ngomongnya Johnny Depp yang memakai gaya bahasa tahun 1700-an. Pinter ya, yang bikin dialognya, maybe he/she has a degree in English literature or something. Dia memanggil setiap wanita (yang biasanya dipanggil Mrs.) dengan sebutan madam dan memanggil wanita yang lebih muda dengan sebutan dear. Terus ada adegan dimana dia ngomong "Fight I shall" dan "methinks". Hahaha, jadul banget bahasanya. Dan masih banyak lagi dialog yang lucu buatku, bukan karena bahasanya saja tapi juga karena kejadulannya itu, misalnya:

"A woman doctor, what an age this is?"
"What sorcery is this?" (Dia heran melihat siaran televisi).
(melihat penyanyi rock sedang tampil) "the ugliest woman i have ever seen"

Dan scene yang menurutku paling lucu adalah saat dia meminta saran di bidang percintaan kepada seorang remaja wanita. Ketika mengetahui bahwa remaja itu berusia 15 tahun, dia mengeluarkan komentar yang lucu banget, haha. Sekali lagi, lucu karena bahasa dan kejadulannya, tapi terdengar elegan. Menurutku, ini meme yang paling sesuai untuk film itu:

sumber gambar: knowyourmeme.com

Hihi, suka deh yang enggak biasa seperti di film ini.. Atau denger bahasa Inggris yang ada aksennya. Kalau bahasa Inggrisnya orang Amerika itu terdengar lurus-lurus saja, mungkin karena sebagian besar lagu dan film luar negeri sekarang berasal dari Amerika. Kalau orang Inggris yang ngomong, beda. Bahasa Inggrisnya terkesan tebal di telinga (mungkin terdengar medok di telinga orang Amerika?) walaupun lebih susah dimengerti. Baru-baru ini terpesona sama Tom Hiddleston (sampai bela-belain ngerental filmnya yang belum aku tonton). Ternyata dia berasal dari London. Waaaw, melihat dan mendengar video wawancaranya, jadi makin suka...he speaks English like a sir :D

11/05/12

Music for Ear and Eye

Ternyata tidak harus menunggu sampai tanggal 26 Juli untuk menunggu video klip lagu Payphone dirilis. Iya sih, memang album terbaru Maroon 5 baru akan dirilis pada tanggal tersebut, tapi video klip hits pertamanya sekarang sudah bisa dilihat di Youtube. Senangnya :-D





Ini liriknya (tapi tanpa bagian rap-nya ya, maaf, hoho). Seperti biasa, khas Maroon 5, kalaupun harus galau, maka galaunya pun bukan galau menyerah pasrah. Namun, menurutku galaunya berkata, "come back to me, you know i'll always treat you like a queen", seperti juga lagunya yang lain, Misery, She Will be Loved, Won't Go Home Without You...haha, sok tahu banget ya aku.





Payphone

(Maroon 5 feat. Wiz Khalifa)


I'm at a payphone trying to go home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we've made for two?



Yeah, I, I know it's hard to remember

The people we used to be
It's even harder to picture
That you're not here next to me
You say it's too late to make it
But is it too late to try?

And in our time that you wasted
All of our bridges burned down
I've wasted my nights, you turned out the lights, now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to go home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of s**t
One more fu**ing love song I'll be sick

You turned your back on tomorrow
Cause you forgot yesterday
I gave you my love to borrow
But just gave it away
You can't expect me to be fine
I don't expect you to care
I know I've said it before

But all of our bridges burned down
I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to go home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we've made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
And all those fairytales are full of sh*t
One more fu**ing love song I'll be sick
Now I'm at a payphone...

Nice lyrics...meskipun menurutku videonya enggak nyambung sama liriknya, tapi aku tetep heboh dalam hati waktu lihat adegan si Adam berusaha keluar dari scene perampokan itu. Aaaaaaaaaaaa banget deh :D
Di youtube sendiri banyak pendapat orang-orang yang berusaha memahami arti video itu. Mungkin ada sebuah metafor di dalam video itu. Tapi gimana aku bisa berpikir keras untuk memikirkan metafora di balik video klip itu kalau Adam levine yang jadi aktornya, hahaha. I ended up commenting like this in youtube:


How about this: Adam is the bad guy, he is the robber also. Other robbers were shooting at him, but not even one bullet hit him (just so people won't think that Adam is on their team). Adam could care less about other people, but he saved the office girl. At 0.51, watch his expression as he saw her. Maybe they were a lover..but something happened and their relationship ended. He still love her though. When he survived from the cops, he called her, spend all of his changes to make sure she's fine
widyaninggar148 1 second ago

This song just makes me like Maroon 5 more :)