Aku merasa bahagia sekali ketika ibuku membangunkanku malam itu, dan memberi tahuku bahwa aku diterima di Fakultas Farmasi UGM. Saking bahagianya, aku tak bisa tidur lagi sampai pagi.
22/10/14
Kangen Kampus
Aku merasa bahagia sekali ketika ibuku membangunkanku malam itu, dan memberi tahuku bahwa aku diterima di Fakultas Farmasi UGM. Saking bahagianya, aku tak bisa tidur lagi sampai pagi.
10/04/13
Vaseline Complete Care - Body Lotion That Works
Tanpa terasa, sudah cukup lama juga aku tidak menulis review kosmetik. Kenapa ya? Aku sendiri juga heran. Padahal mengamati kosmetika yang beredar di pasaran itu sebenarnya minatku. Melihat-lihat komposisi kosmetik yang dipajang di rak supermarket itu menyenangkan, apalagi kalau supermarketnya lagi sepi sehingga aku tidak perlu menolak tawaran para sales girl kosmetik yang mempromosikan produknya, hehe.
Menurutku hasilnya bagus sih. Kulitku jadi lebih halus dan tidak kering lagi. Berarti benar kalau asam laktat memang bagus untuk memperbaiki kelembaban dan kehalusan kulit. Tapi aku baru ingat kalau kulit tangan dan kakiku itu berbulu halus namun lebat dan panjang...hahaha, jadi walaupun pakai body lotion sehebat apapun ya tetap gak bisa licin banget kecuali kalau di-shave, haha. Tapi setidaknya kulit jadi lembab, halus dan tidak kering. Suka deh :D efek melembabkannya awet, bukan sekedar lembab di awal tapi beberapa jam kemudian kering lagi.
29/01/13
Catatan Sebelum PKPA
Ngomong-ngomong tentang meninggalkan zona nyaman kita, aku pernah baca sebuah buku berjudul Negeri Lima Menara. Menurut buku itu, hendaknya kita jangan pernah merasa enggan atau takut untuk merantau. Di perantauan akan kita temukan teman-teman baru. Bukan teman baru saja sih, tapi pengalaman dan ilmu baru juga, yang akan membuat hidup semakin fulfilled.
10/11/12
November, Bulan Peduli Epilepsi
Catatan Kuliah Farmakoterapi Epilepsi
Oh iya, waktu kuliah aku tanya begini (sehubungan dengan info itu):
"Epilepsi kan disebabkan oleh ketidak seimbangan faktor eksitasi dan inhibisi di otak sehingga zzz zzzz zzzzzz (anggap saja tidak penting). Lalu apakah hanya dengan minum obat selama 2 tahun ketidak seimbangan itu bisa membaik selama seumur hidup?"
Lalu ibu dosen yang cantik pun menjawab:
"Kekambuhan epilepsi tergantung jenis kejangnya, ada jenis epilepsi yang tingkat kesembuhannya sangat tinggi*, ada juga yang agak rendah. Tapi prinsipnya, memang jika diobati dengan benar epilepsi bisa sembuh. Oh iya, selain dipengaruhi oleh jenis kejangnya, kesembuhan epilepsi juga dipengaruhi progresivitas penyakit dan apakah penderitanya pernah mengalami status epileptikus atau tidak (status epileptikus: serangan kejang pada seluruh tubuh disertai hilang kesadaran alias grand mal, berlangsung lebih dari 5 menit, bisa terjadi lebih dari 2 kali berturut-turut tanpa adanya pemulihan kesadaran di antara 2 kejang tersebut). Kalau sudah pernah status epileptikus, maka itu artinya sudah terjadi kerusakan saraf yang lebih parah"
Kata dosenku, memang sebaiknya penderita menunda kehamilan dulu sampai ia benar-benar bebas kejang dan bisa berhenti minum obat. Namun jika ia memang sangat ingin hamil, itu pilihan pribadi dan tidak ada yang bisa melarangnya. Solusi dari apoteker adalah seperti ini: Sebelum hamil (saat mulai merencanakan kehamilan), penderita harus minum suplemen asam folat setiap hari karena asam folat dapat menurunkan resiko cacat pada bayi. Lalu pengobatan epilepsi dilakukan dengan satu jenis obat saja, dalam dosis serendah mungkin untuk mencegah efek yang tidak diinginkan pada bayi. Sekarang sudah ada beberapa obat epilepsi baru yang efek teratogeniknya lebih kecil, sayang belum semua beredar di Indonesia.
16/06/12
Vaksin
*****
Selain formaldehid, zat tambahan lain pada vaksin yang dikhawatirkan menyebabkan efek buruk adalah timerosal. Timerosal digunakan sebagai pengawet, merupakan suatu senyawa merkuri organik dan sulit dieksresi dari tubuh. Padahal, kalau seseorang divaksinasi lengkap dari sejak ia lahir sampai akil baligh, ia akan menerima 70 vaksinasi sehingga jumlah timerosal yang masuk ke tubuhnya lumayan banyak. Diduga timerosal memicu timbulnya autis pada anak sehingga sekarang tidak digunakan lagi. Namun anehnya, walaupun sekarang timerosal sudah tidak digunakan lagi, prevalensi kasus autisme pada anak tidak berkurang. Logikanya, timerosal tidak memicu autis. Lantas kenapa kasus autisme masih ada? "Kurang perhatian dari orang tua mungkin?" (Kata dosenku).
*****
07/05/12
Cerita si Glisin
04/05/12
2 Kali untuk Selamanya (Ujian Skripsi Tertutup)
Aku bersyukur banget ada dukungan dari orang tua, temen-temen dan dosen pembimbing. Aku ingat, dosen pembimbingku bilang, "Wajar saja kalau mahasiswa masih salah-salah (ngomong), kan baru pertama kali itu ikut ujian skripsi. Kalau saya kan sudah tiga kali (maksudnya beliau sudah pernah ujian skripsi, tesis dan disertasi-Red)", dan "Mahasiswa enggak bisa menjawab pertanyaan saat ujian itu wajar terjadi, enggak usah khawatir". Kalau enggak ada mereka, mungkin selamanya aku akan berada pada fase panik (sehingga malah enggak bisa konsentrasi belajar), atau lebih buruk lagi, terpuruk di fase pasrah sehingga enggak berusaha sama sekali. Pokoknya, kumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya, lah. Kalau ditanya kabarnya gimana, ceritakan aja kalau kita mau ujian skripsi terus minta didoain, hehe.
Oke, challenge accepted! Good luck to myself :D
17/11/10
Patient Counseling Event
Pada tanggal 13-14 November 2010, Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) "Ars Praeparandi" Sekolah Farmasi ITB mengadakan Patient Counseling Event. Rangkaian acara meliputi stadium generale dan kompetisi konseling pasien. Fakultas Farmasi UGM mengirimkan 9 wakilnya dalam acara tersebut, yaitu:
Tingkat Profesi:
1. Mbak Dewi
2. Mbak Rosana
3. Mbak Elok
4. Mbak Novi
5. Mbak Ana a.k.a mbak Nawang
Tingkat S1:
1. Mbak Fitria
2. Mbak Lathifa a.k.a mbak Fafa
3. Amalia
4. Setyowati
Sebelum mengikuti lomba, kami para peserta telah mendapat bimbingan intensif dari dosen kami tercinta, ibu Susi Ari Kristina. Walaupun latihan sempat terganggu karena bencana letusan Merapi yang mengakibatkan kegiatan perkuliahan dan praktikum ditiadakan selama 1 minggu lebih, namun kami tetap optimis dalam mengikuti lomba tersebut. Berangkat dari stasiun kereta api “Tugu” Yogyakarta pukul 21.45 WIB, akhirnya kami tiba di kota Bandung, setelah menempuh sekitar delapan jam perjalanan.
Disambut dengan ramah oleh teman-teman calon rekan sejawat kami di ITB, kami mengikuti stadium generale dan babak penyisihan di hari pertama (13 November 2010). Pada hari kedua (14 November 2010) dua wakil UGM, mbak Fitria dan mbak Elok mengikuti babak final. Kami yang tidak masuk babak final sempat menikmati sejenak keindahan kota Bandung yang dikenal memiliki “everlasting beauty”. Setelah itu kami datang lagi ke kampus ITB di jalan Ganesha yang asri dan sejuk untuk menyaksikan penampilan dan mendukung kedua teman kami tersebut.
Singkat cerita alhamdulillah UGM mendapat kehormatan dapat membawa pulang beberapa piala yang disediakan J Gelar juara 2 tingkat S1 kompetisi konseling pasien diraih oleh mbak Fitria Nur Hidayah (Farmasi Klinik Komunitas 2007). Gelar juara 1 tingkat profesi kompetisi konseling diraih oleh mbak Elok. Atas kemenangan di tingkat profesi ini maka UGM berhak membawa pulang piala bergilir dari dekan Sekolah Farmasi ITB ^^
Rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi segala kesempatan bagi kami. Ucapan terima kasih kami haturkan pada ibu Susi yang dengan terampil dan sabar telah membimbing kami dan bersedia mengantarkan dan mendukung kami dalam mengikuti acara tersebut. Terima kasih kami haturkan pula pada Fakultas Farmasi UGM, teman-teman dan keluarga kami yang telah memberikan dukungan moril dan materil sehingga kami bisa mengikuti kompetisi tersebut.
Patient Counseling Event Sekolah Farmasi ITB:
“GOOD PHARMACIST, GOOD COUNSELING”
02/11/10
Anti-Epileptic Drugs
I want to write a brief review about some of anti-epileptic drugs' mechanism. My favorite lecturer explained a few types of anti-epileptic drugs. Here they are (caution: may be very boring, but who cares, it is for my archieve):
#Phenytoin and Carbamazepin
These drugs prevents seizures by prolongs (and stabilizes) the inactivation time of sodium channels. In an epilepsy sufferer, the impulse in their nerve cells travel so fast and uncontrollable, causing a sudden, involuntary, and uncontrollable body and extremities movement (called grand-mal seizures). Sodium channels have an important role in this process; the traveling of impulse in nerve cells depends on how fast the propagation happens. Propagation happens when a sodium channel opens (activation), letting a sodium (Na+) ion enters the nerve cells and causing depolarization (reducing of electric potential/voltage between intracellular and extracellular milieu). This depolarization causing the next sodium channels to open, letting another sodium ion in and causing depolarization of that channel. Again, this depolarization open the next sodium channel to open. This event happens simultaneously until the impulse reaches the nerve cell ending. I imagine propagation as impulse running from channel to channel from axon to nerve cell ending.
Prolonged inactivation by those drugs causing the inhibition of impulse to travels, so they prevent seizures.
#Etosuksimid
Phenytoin and Carbamazepin, as told above, are used to treat grand-mal epilepsy (seizures of all parts of the sufferer's body). Beside grand-mal epilepsy there is another type of epilepsy, petit-mal epilepsy. In this epilepsy, the sufferer does not experience seizures. Instead, they are unconsious for a brief period of time. This may be accompanied by steady facial expressions and eyes staring blankly. People around them, or maybe themselves, may be unaware of this attack. Based on articles i read, 75% of petit-mal sufferers will experience grand-mal seizures later in their life :(
Petit-mal epilepsy's mechanism of occurance involves T-type (tiny/transient type) calcium channel. This type of calcium channels is an ion channel that can be activated by minor depolarization (slight reduction of electric potensial/voltage between intracellular and extracellular milleu). When it is activated, it opens and a calcium ion (Ca++) from extracellular milleu goes inside. Etosuksimid inhibits this channel to be open, thus prevents petit-mal attack.
Okay...those are from my lecturer. Then i searched in internet about valproic acid. Here it is:
# Valproic Acid
I am fond of this drug. Why? Because later i knew how great it really is. Valproic acid is able to prolongs and stabilizes the sodium channels (like phenytoin and carbamazepin). It is able to inhibits the opening of T-type calcium channels (like etosuksimid). Therefore, valproic acid can prevent both grand-mal and petit-mal seizures. It's also inhibits metabolism (transamination) of GABA by inhibits GABA transaminase enzyme. GABA is known for its effect on inactivating nerve cells. So, if we inhibits GABA metabolism, there will be more active GABA, causing greater nerve cells inactivation (good way for preventing seizures). To make it sounds greater, it also shows transquillizing effect like lithium. It is also now being investigated as a potent medication for HIV, lupus and cancer (because it inhibits Histone-Diacetylase enzyme). W.O.W :D
What's more? Valproic acid has minimum sedative properties and geberally has no intolerable side effects (but using this medication on patient with hepatic dysfunction is not recommended). I thing it will be cool to my industry to synthesize this drug so there will be more epilepsy sufferer saved, hehehe :P
But, what's bad about those drugs? They are all TERATOGENIC. Yeah, i know there is no such thing like 100% safe drug. Every drug (and food) has its own side effect. Just like Paracelcus said "Poison is in everything, and no thing is without poison. The dosage makes it either a poison or a remedy"