Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

16/09/15

HiVi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi (Personal Review)

(1)
Ketika ku mendengar bahwa, kau sudah tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya
Masih adakah dia, di hatimu bertahta?
Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu?
Namun, siapkah kau tuh jatuh cinta lagi? :)

Meski bibir ini tak berkata, bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara, bahwa aku inginkan kau ada, di hidupku

(2)
Kini ku tak lagi dengannya, sudah tak ada lagi rasa ;)
Antara aku dengan dia
Siapkah kau bertahta di hatiku, adinda?
Karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku
Namun, siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata, bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara, bahwa aku inginkan kau ada, di hidupku :)

(1)
Pikirlah saja dulu, hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku, melangkah menuju ke hatimu

(1) (2)
Pikirlah saja dulu, hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku, melangkah menuju ke hatimu
Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?

(1) (2)
Meski bibir ini tak berkata, bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara, bahwa aku inginkan kau ada, di hidupku

(1) (2)
Meski bibir ini tak berkata, bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara, bahwa aku inginkan kau ada, di hidupku

(1) (2)
Meski bibir ini tak berkata, bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara, bahwa aku inginkan kau ada, di hidupku

(1) (2)
Bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buat sia-sia :)

(1) (2)
Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?
:D


*****
Kali pertama mendengar lagu ini, aku sudah menduga kalau lagu ini pasti lagunya HiVi. I think they nailed it again, menurutku lagu ini keren banget. Liriknya, musiknya, dan tentu saja vokalnya. Rasanya aku bisa melihat dan merasakan si penyanyinya tersenyum kala selesai menyanyikan satu larik lagu. Persis seperti yang kurasakan saat mendengarkan lagu mereka yang berjudul "Mata ke Hati". Bener deh, suara mereka tuh, terkesan riang banget gitu. Seperti sedang menyanyi sambil tersenyum. Menimbulkan rasa ceria di hati dan bikin pingin senyum, hehe. Menurutku, karakter vokal dari kedua vokalis utama HiVi sangat cocok dengan mood lagu mereka yang sebagian besar bersifat riang gembira ala orang ketemu jodoh gitu, hahaha. Oh iya, video klipnya juga bagus lho. They play with silhouettes. 



Enggak bosan-bosannya aku mendengar dan menyanyikan lagu ini. Sehabis mandi, sebelum berangkat ke kantor, saat bersiap-siap hendak pergi, saat memasak, saat mencuci, aku selalu memutar dan menyanyikan lagu ini, Dua kali karaokean, dengan orang-orang berbeda, inilah lagu pertama yang terlintas di otakku saat menyusun playlist. Saat berjalan kaki ke kantor, saat mandi, i sing this song without thinking. Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi (dengan lagu HiVi)? Jawabannya, mengutip dari video klipnya, adalah #SIAP, hihi.

15/09/13

Rantau 1 Muara by Ahmad Fuadi (A Far From Professional Review by Me)

I am so into Indonesian auto-biography novels. I had ever written how much i like Laskar Pelangi and Negeri Lima Menara series. I love to read or listen other people's success stories: how they struggled and succeed, their ups and downs. I like real stories better than fiction. 

So, right after my big exam some months ago i bought a really, really good novel. It is the last novel of Negeri Lima Menara Trilogy. I think this book is the best between the three books of the trilogy. And i am so thankful that i read that book at the right time, right at the time i needed it the most. This book is so inspiring for me. Ahmad Fuadi, the writer, wrote his hope on writing his last novel:

"Bagi anda yang sedang heboh mencari kerja, yang sedang harap-harap cemas menanti jodoh dan yang sedang berjuang mencari makna hidup. Mungkin novel ini bisa jadi penggelora pencarian-pencarian besar itu" (Fuadi, 2013).

Well, I can say that his hope is coming true, at least for one of his readers. Me :)
I want to emphasize again that i think i read (verb-2) this novel at the right time. That times, I was about to graduate from university and i was questioning many things. Some big, fundamental things regarding my future and I was confused. This novel was kind of..inspiring and saving me, haha. 

This novel, just like the two previous novel, tells us about Alif's life, adapted from Ahmad Fuadi's real life stories. This novel tells his life after he finished his glorious university years (due to his hard work and determination he had been joining student exchange program and earned some great experiences and achievements). Yep, he had to go back to Indonesia to get a job because he should support his mother and his sister financially. Unfortunately for him, he graduated in the wrong time. The time that Indonesia had a monetary crisis and political instability, so it was so hard to find a job. He caught in debt. Once a multinational company would hire him, but before he even started working, he was fired due to economic and political instability. I could imagine how he felt at that time. I think I know exactly how he felt, haha. He was the best student in his class, yet he got rejected everywhere. He had to face rejection, desperation and debt collector...reading his story, I couldn't help but think that I am luckier, at least my financial condition is better than his. My parents are perfectly capable of supporting me. But to get a job is not just about the money and financial independence, right?

Well, everything happens for a reason. For Alif, the reason why he didn't make it to that multinational company was because Allah had made a beautiful scenario for his life. He ended up got a job as a journalist in a well-known idealist media. A job that brought him to the love of his life. Yup, he met Dinara, a woman journalist and fell in love with her. The first time he looked into her eyes, he couldn't get his mind off her. They came from different background. Alif was a new journalist whose salary had to be shared with his mother and sisters; yet Dinara was a rich people's daughter. But they had tons of meaningful yet fun conversations and got to know each other better. Alif then found out that Dinara was not another trendy girl. She was different. Tons of conversations later brought them closer than ever and eventually everyone in their office knew that there was something special between them. 

Just when everything about them seemed right, Alif had to go to United States to pursue his dream to study there. Knowing he was about to go to US, Dinara pulled back from him. She didn't even talked to him and acted so aloof until his last day in Indonesia. Honestly, I cried on the last paragraph of page 193, haha. Does everyone in their 20-s have to experience that feeling? Galau, ragu, takut, bingung, ingin menyerah? Maybe.

Thank God, just before he left for his flight, DInara told him, "call me!". He thought about her and her last message on his flight and called her right after he landed in US. Long story short, Alif said that he felt so close to her regardless the fact that they were on two different sides of the world. They communicated via e-mail, chat and phone call. But deep down, Alif felt unsure about their relationship. He called their relationship by "Undefined Long Distance Relationship", a phrase he coined by himself. That was until he attended a pengajian in Indonesian Embassy titled "Lima Langkah Mencari Jodoh dan Memulai Rumah Tangga". Allah has always make a way to make something happens. Allah will grant our wishes, at his own time, by his own style. Kun Fayakun, Alif proposed to DInara via webchat and after negotiating with Dinara's parents, they got married in Indonesia. 

After marriage, Alif and Dinara went to US. Ahmad Fuadi conveyed that marriage is not easy. Life doesn't magically turn beautiful, fairy tale-like stories after marriage. After their first fight, Alif found out that marriage really is about sharing and understanding, not about asking and hoping. Together, they faced everything in their life. Just like Billy Joel's song, they took the good times and bad times. Together, they live their live for one purpose, God. The Entirely Merciful, The Sovereign. Muara segala muara.

"Hidupku kini ibarat mengayuh biduk membelah samudra hidup. Selamanya akan naik-turun dilamun gelombang dam ditampar badai. Tapi aku tidak akan merengek pada air, pada angin, dan pada tanah. Yang membuat aku kukuh adalah aku tahu ke mana tujuan akhirku di ujung cakrawala. Dan aku tahu aku tidak sendiri. Di atas sana, ada Tuhan yang menjadi tempat jiwa ragaku sepenuhnya bertumpu. Di sampingku ada Dinara. Temanku merengkuh dayung menuju muara. Muara di atas muara. Muara segala muara" (Fuadi, 2013).

I have read this novel several times, over and over again everytime I feel like I need. Sometimes, I compare my own stories with Alif's stories. I haven't reached my final conclusion about my life, and I probably won't reach it immediately. But I will keep walking for my life, or keep running for that matter, if it is what it takes. Because "man saara ala darbi washala", siapapun yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. Whoever walks in his/her way will eventually reach his/her destination. 

Thank you Ahmad Fuadi, for sharing your life stories through this beautifully written novel. I might not have reached my destination(s) yet, but I am sure I will. Because I will keep walking and I have Allah With me :)



References:
Fuadi, A., 2013, Rantau 1 Muara, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

10/04/13

Vaseline Complete Care - Body Lotion That Works

Disclaimer: Posting ini dibuat untuk kepentingan review saja, tidak dimaksudkan untuk kepentingan promosi. Produk yang diulas dalam postingan ini dibeli dengan uang pribadi saya. Untuk masalah kulit yang lebih serius, berkonsultasilah secara langsung dengan dokter spesialis kulit dan apoteker anda :)

Tanpa terasa, sudah cukup lama juga aku tidak menulis review kosmetik. Kenapa ya? Aku sendiri juga heran. Padahal mengamati kosmetika yang beredar di pasaran itu sebenarnya minatku. Melihat-lihat komposisi kosmetik yang dipajang di rak supermarket itu menyenangkan, apalagi kalau supermarketnya lagi sepi sehingga aku tidak perlu menolak tawaran para sales girl kosmetik yang mempromosikan produknya, hehe.

Kali ini aku akan menulis tentang body lotion Vaseline Complete Care.



Body lotion ini diproduksi oleh PT. Unilever Indonesia, Cikarang, Bekasi. Namun Vaseline sendiri merupakan merk internasional yang telah ada sejak tahun 1870 dan sekarang berada di bawah bendera Unilever Global. Vaseline Complete Care merupakan salah satu varian body lotion Vaseline di Indonesia selain Vaseline Healthy White Healthy White, Vaseline Total Moisture Aloe Fresh, Vaseline Cocoa Glow, Vaseline Firming dan lain-lain.

Aku mulai memakai lotion ini kira-kira setelah ujian skripsi terbuka (inget banget ya, haha). Kenapa aku tertarik untuk membeli Vaseline Complete Care ini? Dulu aku merasa kulit tangan dan kakiku lumayan kering. Ya enggak sampai bersisik atau mengelupas sih, tapi kalau dipegang dan dielus kok kurang licin menurutku. Kalau dibandingkan dengan kulit tubuh yang lembab, halus dan licin, wah jauh banget. Padahal sudah teratur pakai body lotion lho. Maka aku pun berpikir untuk mencoba body lotion baru yang lebih ampuh untuk melembabkan dan menghaluskan kulit.

Tak lama setelah itu aku melihat body lotion yang dipakai ibuku di rumah. Saat itu beliau memakai Vaseline Complete Care ini. Dari tulisan di kemasannya, aku jadi tahu bahwa body lotion ini mengandung AHA dengan kadar 8,6%. Cring! Aku jadi ingat kuliah kosmetologi. AHA (Alpha Hydroxy Acid) atau asam alfa-hidroksi sebenarnya adalah nama golongan senyawa kimia. Menurut ilmu kimia organik yang kuketahui, AHA merupakan asam karboksilat yang memiliki tambahan gugus hidroksil di atom karbon pertama setelah atom karbon hidroksilnya, zzzzz ya pokoknya gitu deh (skip aja penjelasan ini, haha). Salah satu anggota golongan senyawa AHA yang digunakan dalam perawatan kulit adalah asam laktat, dan asam laktatlah yang terkandung dalam Vaseline Complete Care.

Lantas kenapa asam laktat dalam Vaseline Complete Care ini membuatku mau membeli dan memakai body lotion ini? Adakah hubungan antara struktur kimia asam laktat dengan aksinya dalam menghaluskan kulit? Haha, tentu saja ada, tapi aku enggak mencari tahu sampai segitunya kok. Yang jelas, sudah banyak penelitian in vivo yang membuktikan efektifitas asam laktat dalam menghaluskan dan meningkatkan kelembaban kulit. Hal ini antara lain dikarenakan oleh sifat asam laktat yang suka air (dapat menarik molekul air). Jadi, kelembaban di kulit kita tidak akan mudah hilang jika kita memakai lotion yang mengandung asam laktat. 

Asam laktat juga berfungsi sebagai chemical exfoliant alias zat yang dapat mempercepat pergantian sel kulit mati dengan sel kulit baru. Efek exfoliant dari asam laktat ini dapat menjadikan kulit lebih halus, lebih lembut, lebih ‘licin’ (istilahku sendiri, haha), membantu mencerahkan kulit dan menghilangkan noda-noda hitam di kulit. Sebenarnya secara tradisional kita juga bisa pakai lulur sebagai physical exfoliant, tapi selain memakan waktu, kadang butiran lulur juga terlalu kasar sehingga dikhawatirkan terjadi iritasi. Selain itu menurutku efek melembabkan dan menghaluskan dari lulur hanya bertahan singkat, tidak sebanding dengan waktu yang dikeluarkan untuk luluran, hehe. Hmm, kalau aku pingin efek halus dan licinnya aja sih, aku sudah suka dengan warna kulit tubuhku ini kok. Meskipun enggak putih tapi kan warnanya sudah merata, hoho.

Oh iya, hampir lupa, selain berperan dalam melembabkan kulit dan mempercepat pergantian sel kulit (exfoliant), asam laktat juga dapat mempercepat pembentukan kolagen. Oleh karena itu asam laktat kadang dipakai dalam formula kosmetika anti-aging alias kosmetik yang ditujukan untuk memperlambat proses penuaan. Kalau pembentukan kolagen dipercepat, kulit akan menjadi lebih kencang dan akan lebih lambat menua, soalnya penuaan kulit itu antara lain disebabkan oleh menurunnya produksi kolagen.

Walaupun begitu, semua zat tetap merupakan racun jika tidak digunakan dengan tepat. Asam laktat juga begitu. Walaupun menurut para ahli perawatan kulit asam laktat digolongkan sebagai AHA yang lumayan smooth alias enggak galak alias lembut untuk kulit, namun tetap saja ada efek tidak dikehendaki yang timbul pada orang-orang yang memang sensitif. Efek tidak dikehendaki itu antara lain timbulnya rasa panas, merah atau gatal pada kulit. Memang sedikit rasa panas atau gatal itu wajar saat awal-awal pemakaian, karena asam laktat itu kan exfoliant. Kadang kalau habis luluran juga kan terasa agak perih kan? Ibaratnya, kulit kita sedang digosok untuk melepaskan sel kulit matinya, kan wajar kalau timbul sedikit rasa panas atau pedih. Namun kalau gejala kemerahan, panas, perih dan gatal pada kulit dirasakan mengganggu dan terjadi terus-menerus setelah pemakaian, berarti orang tersebut memang tidak cocok dengan asam laktat dan tidak boleh memakai lotion ini.

Selain itu, asam laktat juga dapat menyebabkan hipersensitivitas terhadap sinar matahari. Maksudku, asam laktat dapat menyebabkan kulit jadi lebih peka terhadap sinar matahari, misalnya jadi kulitnya akan lebih cepat memerah dan terbakar setelah terkena sinar matahari dibandingkan dengan kulit yang tidak memakai asam laktat. Oleh karena itu, menurutku sebaiknya kita pakai lotion ini di sore hari saja. Sebaiknya jangan memakai lotion ini sebelum kita beraktivitas di bawah sinar matahari. Kalau kita sudah teratur memakai lotion ini pun, sebaiknya hindari paparan sinar matahari dengan cara memakai baju tertutup, payung, slayer dan sarung tangan.

Wah panjang juga ya penjelasanku tentang asam laktat, alasan utamaku memakai lotion ini. Aku memakai lotion ini sehari sekali, yaitu sehabis mandi sore. Saat kulit masih lembab, oleskan body lotion ini agar kelembaban sehabis mandi itu dikunci oleh asam laktat yang terkandung dalam lotion. Aku tidak memakainya di pagi hari sebelum beraktivitas untuk meminimalkan efek sensitif terhadap sinar matahari (padahal kulit tubuhku itu ala badak banget alias gak sensitif, haha..tapi jaga-jaga sajalah). Pada pagi hari aku pakai lotion atau body butter lain sesuai kebutuhan, merk-nya ganti-ganti tidak jadi masalah. Kalau sedang banyak beraktivitas di ruang ber-AC ya pakai body butter. Kalau sedang sering naik motor atau beraktivitas di luar ruangan ya pakai lotion yang mengandung tabir surya (misalnya yang mengandung etil parametoksi sinamat). Kalau lagi kumat pelitnya ya pakai lotion yang murah aja -_- haha.

Bagaimana hasilnya?
Menurutku hasilnya bagus sih. Kulitku jadi lebih halus dan tidak kering lagi. Berarti benar kalau asam laktat memang bagus untuk memperbaiki kelembaban dan kehalusan kulit. Tapi aku baru ingat kalau kulit tangan dan kakiku itu berbulu halus namun lebat dan panjang...hahaha, jadi walaupun pakai body lotion sehebat apapun ya tetap gak bisa licin banget kecuali kalau di-shave, haha. Tapi setidaknya kulit jadi lembab, halus dan tidak kering. Suka deh :D efek melembabkannya awet, bukan sekedar lembab di awal tapi beberapa jam kemudian kering lagi.

Oia, terakhir aku membeli body lotion ini seharga Rp. 21.300,- untuk kemasan 200 ml (aku beli di supermarket dekat kawasan UGM). Harganya memang sedikit lebih mahal daripada kompetitiornya, namun mengingat manfaatnya aku merasa harga segitu wajar deh buat body lotion ini. Menurutku, daripada beli body lotion merk terkenal yang mahal namun belum teruji manfaatnya, mending beli ini lah. Kandungannya jelas, asam laktat, sudah terbukti efektifitasnya. Haha, jangan-jangan manfaat yang kudapatkan setelah empat tahun lebih belajar ilmu farmasi adalah bisa memilih body lotion that works alias body lotion yang efektif ya? ;p

Dari skala 1-10 aku memberikan nilai 8,8 untuk body lotion ini. Dan aku akan selalu membeli lagi body lotion ini alias repurchase over and over again mengingat dia punya manfaat anti aging juga. Begitulah review-ku tentang body lotion Vaseline Complete Care. Semoga bermanfaat :)

25/10/12

Pixy Ultimate Cake Make-Up

DISCLAIMER: Posting ini sepenuhnya merupakan pendapat pribadi penulis. Hasil dapat berbeda untuk setiap orang. Penulis tidak mendapatkan bayaran maupun kompensasi apapun karena membuat posting ini kecuali kepuasan pribadi semata.

Sekitar dua bulan lalu, aku googling untuk mencari referensi merek bedak padat yang bagus. Yup, di masa kejayaan dinasti Google seperti saat ini, menurutku agak rugi kalau kita membeli suatu kosmetik (terutama yang harganya di atas dua puluh ribu rupiah) tanpa googling dulu. Ah alesanku aja sih ini sebenernya, alasan sesungguhnya adalah karena sifat sok perhitungan khas mahasiswa yang kumiliki..maklum, anak kos.

Oh iya, sebenarnya, buatku bedak padat adalah a big no-no untuk dipakai setiap hari, soalnya kulitku rentan berjerawat. Kulit rentan jerawat disarankan untuk memakai bedak tabur, kalau bisa yang tanpa pewarna tambahan (warnanya putih saja). Tapi kalau dipakai sekali-kali saat acara spesial, bedak padat tidak jadi masalah. Yang penting segera remove produk kalau ada tanda-tanda iritasi dan setelah bersihkan dengan saksama kalau sudah tidak perlu dandan lagi. Nah, alasanku membeli bedak padat adalah untuk digunakan saat acara pernikahannya bulikku. Biar tampilan lebih terlihat 'dandan' alias put some effort lah.

Setelah beberapa saat membaca sebuah thread di web fashionese daily, aku menarik kesimpulan bahwa bedak padat yang memiliki value tertinggi (kalau nilai value= price/quality) adalah Pixy Ultimate Make Up Cake. Oh iya, perias yang aku panggil buat rias wisudaku juga bilang kalau bedak padat yang paling oke itu Pixy. Sayang ibu periasnya enggak bilang yang tipe apa dan aku juga enggak berminat untuk tanya karena saat itu merasa enggak bakal beli bedak padat. Padahal sudah lumrah kalau satu merk kosmetik itu punya berbagai macam produk untuk satu fungsi yang sama, hanya peruntukannya saja yang beda-beda.
Langsung saja kita review bedak padat ini :-)


Keamanannya?
Sebenarnya, baru setelah aku browsing aku tahu kalau Pixy itu sebenarnya cukup terpercaya juga. Selama ini aku cuek saja sih, belum pernah beli merk ini. Dari review di internet, sepertinya merk ini tergolong merk yang bebas komplain dan banyak mendapat review positif. Tapi sekali lagi karena yang kubeli ini bedak padat, berarti harus digunakan dengan sangat hati-hati untuk kulit yang mudah berjerawat.



Harganya?
Aku beli kemasan refillnya sih, harganya 22 ribu. Awalnya aku enggak tahu kalau ada kemasan refill, tapi melihat harganya yang aku yakin pasti beda signifikan dengan yang kemasan komplit yang ada cerminnya..pasti sudah maklum kan yang mana yang kupilih? Lumayannn, ngirit hampir 20 ribu, bisa buat nambah-nambah beli maskara, hihihi. Lagian kemasan refill sudah ada sponsnya kok, cuma enggak ada cerminnya aja. Bedak ini bakalan jarang kupakai juga, jadi aku beli yang kemasan refill aja. Meskipun enggak pernah beli bedak padat, menurutku harga segitu tergolong murah untuk sebuah bedak padat ukuran standar.



Warnanya?
Ada beberapa shade, aku lupa..5 macam apa ya? Aku tanya ke spg-nya, warna apa yang kiranya cocok buat kulit wajahku. Terus mbaknya menyarankan shade natural, katanya cocok untuk hampir semua warna kulit. Aku coba usapkan ke telapak tangan saat itu..ya, lumayan cocoklah. Dan aku puas dengan jatuhnya shade ini di wajahku :-D



Kemudahan penggunaan?
Bedak padat ini bisa digunakan dengan dua cara, metode basah dan kering..haha, kayak apaan aja ya. Kalau yang tertulis di petunjuknya sih ada tulisan kira-kira seperti ini: gunakan spons kering untuk tampilan alami dan gunakan spons basah untuk tampilan lebih menutup. Karena pingin coverage yang maksimal, aku pakai spons basah. Bukan basah sampai airnya menetes sih, cuma sampai tepat basah aja, terus diusapkan ke bedak padatnya kemudian dipakaikan di kulit. Cara pakainya ditepuk-tepukkan, beda dengan cara pakai bedak tabur yang cukup diusap dengan puff. Katanya sih begituuu :-) dan menurutku, dengan cara ini, bedak sudah bisa menempel dengan baik, tanpa memerlukan usaha yang berlebihan.



Hasil akhirnya?
Waww, memang beda banget ya kalau pakai bedak tabur dengan bedak padat! Dengan bedak padat, muka terlihat lebih halus dan flawless..ya enggak 100% flawless juga sih, tapi keliatan beda banget lah. Benar-benar terlihat dandan. Dan aku suka karena tampilannya rapi, sudah kelihatan kalau dandan tapi enggak berlebihan. Ternyata saudara-saudara, rahasia dandan itu bukan pada make-up mata tapi pada make-up dasarnya, alias pada dandanan mukanya. Harus terlihat mulus dulu! Tapi aku yakin, kalau setiap hari aku keluar rumah pakai bedak padat dan eyeliner seperti di foto ini, nanti sekalinya aku enggak pakai pasti kelihatan kusam. Jadiii, memang benar kalau make-up itu sebaiknya hanya dipakai pada kesempatan yang benar-benar istimewa saja. Atau buat keperluan latihan dan hobi saja.


REALITY CHECK: gambar diambil dengan kamera VGA, tanpa editing
Make-up yang dipakai: Bedak padat, bedak tabur, eyeliner, maskara, pensil alis, eye shadow (kuning-jingga), dan lipbalm

REALITY CHECK: gambar diambil dengan kamera 5 megapiksel, tanpa editing
Make-up yang dipakai: Bedak padat, bedak tabur, eyeliner, maskara, pensil alis, eye shadow (kuning-jingga), dan lipbalm


Overall, aku puas dengan produk ini...nilainya 9.0 dari skala 1-10! Walaupun aku enggak boleh pakai bedak ini setiap hari tapi tetap saja aku merasa puas. Alhamdulillah, i found the right compact powder on my first try! Terima kasih tante google, hehe...jadi terpikir buat dandan sendiri aja buat sumpahan besok, biar terlihat lebih alami :D


p.s: Aku sudah coba eyeliner cair Pixy, dan puas banget juga dengan hasilnya!!!! Sangat awet dan mudah digunakan. Kalau ada kesempatan, semoga aku sempat menuliskan pendapatku tentang eyeliner ini.

10/03/12

Maybelline Unstoppable Auto Liner

Ehm, pada kesempatan kali ini aku ingin me-review sebuah kosmetik! Kosmetik pilihanku kali ini adalah Maybelline Unstoppable Auto Liner.


Disclaimer: Produk ini kubeli dengan uang sendiri, tidak ada kepentingan apapun kecuali hanya untuk kesenangan pribadi semata. 

Unstoppable Auto Liner merupakan suatu eye liner. Itu lho, kosmetik mata yang kalau dipakai, mata si pemakai jadi terlihat ‘terbingkai’ dengan garis hitam (atau cokelat tua, atau biru bahkan ungu). Fungsinya untuk membingkai mata sehingga mata terlihat lebih defined dan tegas. Ada bermacam-macam bentuk eye liner, ada yang cair (aku pernah menulis review-nya disini), pensil, gel, sampai bubuk. Nah Unstoppable Auto Liner itu mirip seperti eye liner pensil. Perbedaannya dengan eye liner pensil biasa adalah si auto liner ini enggak perlu diserut. Jadi tinggal pakai saja. Namanya juga AUTO Liner kan? Jadi otomatis gitu deh.

Yang aku punya adalah yang berwarna hitam. Enggak tahu juga kalau ada warna lain. Aku belinya sekitar bulan November lalu. Harganya aku agak lupa, seingatku sekitar lima puluh ribu. Menurutku eye liner pensil, atau yang modelnya seperti pensil (seperti Unstoppable Auto Liner) itu irit, karena…ya, bentuknya aja pensil, kalau pakai tinggal digoreskan saja dan bayangkan berapa panjang garis yang bisa kita buat dengan ‘isi’ pensil yang panjangnya sekitar 5 cm itu. Jadi, kalau kita bisa menjaga agar eye liner ini tidak patah, maka bisa dipastikan eye liner ini akan awetttt banget. Apalagi auto liner ini kan enggak perlu diserut, jadi enggak ada lagi kerugian material berupa pensil yang memendek dengan cepat karena patah saat diraut. Ini cocok banget buatku. Soalnya, aku kurang ahli dalam meraut aneka pensil-pensil kosmetika tersebut. Kalau meraut pensil alis, pensil alis kusamakan dengan pensil 2B, padahal jelas beda kan. Ternyata, pensil alis lebih empuk dan lebih rapuh daripada pensil kayu untuk menulis sehingga kalau diraut dengan tenaga yang berlebihan saat diraut jadi putus terus dan enggak bisa runcing. Akibatnya, boros! Padahal pensil alisku jarang banget kupakai. Sejauh ini aku selalu minta bantuan pada ibuku untuk meraut pensil alis.

Kenapa aku beli eye liner ini? Yang pertama karena eye liner cairku sepertinya sudah tidak layak dipakai Sudah kubeli sejak zaman semester 4 akhir, tega banget kalau masih mau pakai, itu kan kosmetik buat daerah sekitar mata yang sensitif. Kedua, setelah mencari-cari informasi dari internet tentang produk mana yang layak dibeli sebagai my next eyeliner, produk ini mendapatkan banyak review yang lumayan bagus. Aku memang berpindah hati dari eye liner cair, soalnya pakainya lama. Bagian yang paling susah itu membuat garis yang simetris untuk kedua mata. So, aku memilih eye liner pensil aja. Dan aku enggak beli eye liner pensil merk lain, soalnya merk yang ini enggak perlu diraut, haha. Oh iya, produk ini ophthalmologic tested lho…artinya, sudah teruji keamanannya untuk dipakai di daerah sekitar mata. Sehingga teorinya produk ini aman. Aku sih enggak mengalami kejadian-kejadian menyeramkan setelah memakainya (semisal mata menjadi bengkak, merah atau sejenisnya). Kosmetik yang aman selalu lebih baik.

Hasilnya? Lumayan bagus sih menurutku…maaf ya no picture, lagi males melakukan langkah pake eye liner-foto-hapus eye liner-upload foto di blog, hehe. Eye liner ini sangat mudah sekali dipakai, bahkan untuk orang yang jarang ber-make up sepertiku. Trikku, kalau untuk mata kanan, mulai dari sudut dalam kelopak mata. Untuk mata kiri, mulai dari sudut luar. Bener deh, eye liner ini benar-benar mudah dipakai. Irit waktu! Garisnya juga cukup tegas, walaupun hasilnya memang enggak sedramatis kalau kita pakai eye liner cair. Yang ini, hasilnya lebih alami dan sebenarnya aku lebih suka yang begitu. Oh iya, aku cuma pakai eye liner diatas mata saja, enggak pake eye liner di bawah mata. Kalau kata pakar make-up, pake eye liner di bawah mata bisa membuat kita terlihat lebih tua. Kalau kata ibuku, jika kita sudah terbiasa pakai eye liner di bawah mata, sekalinya kita enggak pakai mata akan terlihat sayu.

Nah, sekarang bagaimana dengan stabilitasnya di muka? Apakah eye liner ini tetap bertahan dengan rapi di tempatnya semula tanpa mengalami perubahan yang bisa dilihat dan dirasakan? Ternyata setelah sekitar 6 jam dipakai (dari pagi hingga siang) eye liner ini smudge alias agak luntur di mataku. Padahal ada tulisan di kemasannya: “Smudge Proof Eyeliner”, huhu. Mungkin ini disebabkan karena jenis kulitku yang berminyak dan hawa yang lumayan panas saat itu. Smudge-nya enggak terlalu parah sampai seluruh kelopak mata jadi menghitam sih, cuma berupa garis item tipis diatas lipatan kelopak mata. Kayakna eye linernya lambat laun larut dalam minyak wajah dan membentuk cap setiap kali aku berkedip deh, hehe. 

Pada kesempatan berikutnya aku mencoba mengaplikasikan bedak tabur dulu di kelopak mata sebelum pakai eye liner (bedak kan bisa menyerap minyak, walaupun kurang tahan lama juga buatku…tapi siapa tahu bisa membantu). Dan ternyata, this trick worked well...lumayan, kelopak mataku jadi tidak menghitam lagi. Overall, produk ini lumayan lah. Kalau disuruh menilai skala 1-10 dengan 10 sebagai nilai maksimal, aku akan memberi nilai 8,1.

Nilai Plus:
  • -          Ophthalmologic tested!
  • -          Mudah dipakai
  • -          Tidak perlu diraut (irit)
  • -          Terkesan natural
  • -          Lebih ekonomis dibanding eyeliner cair
  • -          Mudah didapat (sekarang di Miro*a Kampus aja ada counter Maybelline, di Alfa*art deket rumah di Kudus juga sudah ada produk-produk Maybelline. Jaringan distribusinya sudah oke)

Nilai Minus:
  • -          Smudge setelah dipakai setelah kira-kira 6 jam, dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore

Oh iya, hampir lupa, kata mbak-mbak SPG-nya, kalau mau pakai, eye liner ini diulir sedikit saja biar enggak patah. Terus, jangan lupa segera bersihkan make up kalau sudah tidak ‘diperlukan’ lagi. Hmm, emang ya make up itu seru banget, menantang! Jangan pikir pake make-up itu gampang…perlu latihan dan semangat belajar yang tinggi lho, hehe…tapi untuk sehari-hari tampilan natural lebih baik menurutku. Doaku adalah semoga pekerjaan yang aku dapat besok enggak mengharuskanku buat pakai make-up lengkap setiap hari. Kalau cuma bedak tabur sama lipstik aja sih bolehlah. Boleh juga kalau harus pakai make up sekali-kali, tapi kalau tiap hari??? Ya Allah lindungilah hamba dari pekerjaan yang seperti itu. Amin ya rabbal alamin…jadi seperti apa nanti wajah ini. Aku takut wajahku yang acne-prone ini jadi nggak karuan kalau setiap hari harus pakai make up macam foundation, concealer, bedak padat, blush on, eye shadow, eye liner, eye brow pencil, maskara, dan apalah itu namanya. Lha wong aku dinasehatin "SELAMANYA kamu harus hati-hati sama yang namanya pelembab wajah, karena pelembab umumnya mengandung banyak komponen yang bisa menyumbat pori-pori kulitmu". Nah lho, bayangkan, pelembab aja enggak boleh lho kecuali yang bentuk gel dan yang sudah benar-benar teruji T.T 

BTW, it's gonna be interesting to hear what others say about me when i put eye liner on...
Saat itu aku pakai eye liner (dan selapis maskara) waktu mau datang ke wisudaan mbak kosku. Eh temenku ada yang komen "mau ke wisudaan kok enggak dandan, Li?"
-____- jadi aku pake eyeliner sambil melotot-melotot tadi pagi enggak ada bedanya ya sebenarnya? Eh tapi setelah kupikir, ada bagusnya juga sih enggak kelihatan. Kan definisiku tentang dandanan yang bagus itu ada 2. Nomer 1, sebenarnya kita dandan tapi enggak kelihatan kalau dandan. Nomer 2, kita dandan dan terlihat kalau kita put an effort to put make up, tapi wajah kita masih bisa dikenali.

Pada kesempatan selanjutnya, aku pakai eyeliner lagi waktu mau foto bareng teman-teman sedivisiku di PIOGAMA. Kali ini aku pakenya agak tebal, haha. Dan kubikin sedikit winged alias naik di ujung mata, gaya cat eye gitu deh. Yak, kali ini ketahuan kalo pake eye liner, hoho. Waktu masuk ke sekretariat, temen akrabku dari semester 1 langsung nyeletuk "eh, kamu pakai eye liner ya???". Hoaa, untung sekrenya pas sepi. Haha, tapi langsung pada mafhum juga, kan aku mau foto-foto, apa salahnya berpenampilan agak beda :p

29/02/12

Ada Apa dengan Cinta? (Sebuah Film)

Pertama kali nonton film Ada Apa dengan Cinta? (AADC) itu, kayaknya waktu aku kelas 1 SMP. Terus kenapa malam ini bisa nonton film tersebut? ceritanya agak panjang. Gara-garanya ada adik kelasku cerita kalau Nicholas Saputra itu berakting di sebuah film lain (lupa namanya) memerankan seorang waria. Aku langsung kaget, kan di AADC si Nicholas itu...ehm, cool banget. Di kehidupan nyata juga kayaknya juga cool orangnya (sok kenal banget ya). Mana kuliah di teknik arsitektur lagi (?). 

Nah, terus malah ngobrolin filmnya Nicholas Saputra yang paling terkenal deh, apalagi kalau bukan AADC. Kata-kata "Jadi salah gue? salah temen gue?" yang sampai sekarangmasih sering dipakai  buat bercandaan, sumbernya dari AADC juga kan. Film yang menandai kebangkitan film bermutu Indonesia, kata para pengamat film itu AADC. Menurutku dulu udah ada sih film bagus, itu lho, Petualangan Sherina, haha.

Yang jelas, dulu waktu AADC lagi booming, kupikir cowok Indonesia yang ganteng itu seperti Nicholas Saputra dan cewek Indonesia yang cantik itu seperti Dian Sastro. Padahal Nicholas Saputra itu keturunan Jerman, jadi enggak 100% Indonesia. Jadi anggepanku itu salah. Oh iya, film ini dibuat sekitar 10 tahun lalu. Yang aku heran kenapa 2 pemeran utamanya tetap mempesona seperti dulu 10 tahun lalu ya, hehe. Sepuluh tahun tidak berarti apa-apa. Malam ini serasa menjadi abg labil kembali (padahal emang kadang masih labil, hehe).

Anyway...balik ke filmnya ya. Ini salah satu film yang jalan ceritanya masih bisa kuingat dengan sangat baik meski sudah bertahun-tahun. Namun, ekspresi para pemainnya udah banyak yang lupa sih. Adegan paling berkesan buatku adalah ketika si Cinta mengembalikan bukunya si Rangga, terus Rangga membuat gestur terima kasih like a Sir di Inggris sana. Haha, kayak tau aja, sok tahu banget aku ini. Emang kan diceritain kalau si Rangga itu misterius dan berbeda. Tapi setelah dipikir logis, emang ada ya yang beneran kayak gitu di sekolahan. Ada juga adegan si Rangga melemparkan bolpoin ke orang yang ngobrol di perpustakaan. Kalau ada yang beneran kayak Rangga gitu...kasihan banget yang sekolah di situ. Enggak bisa bercanda di perpustakaan deh, hehe.

Kesan pertama ketika nonton di menit-menit awal, geli aja sih. Ternyata ekpresi para pemainnya tuh ada yang lebai gitu menurutku. Jadi inget pas nonton bareng temen-temen KKN di pondokan, kami ketawa ngakak melihat akting para pemainnya. Padahal itu bukan film komedi lho, haha. Untungnya AADC enggak selebai film yang kami tertawakan dulu. Oh iya, baru sadar sekarang...kalau di AADC itu, diceritakan bahwa saat geng cewek berkumpul, mereka selalu bercerita tentang masalah masing-masing, lalu menari bersama, pokoknya hal-hal yang so sweet lah. Ehm, kayaknya kalau aku berkumpul dengan sahabat-sahabat cewek, kok justru sering terjadi keanehan dan cerita-cerita gokil ya? Haha.

Setelah ditonton lagi dengan saksama, lucu banget ternyata kisahnya si Rangga dan Cinta ini. Jadi mereka gengsi-gengsian padahal sebenarnya saling suka. Ada salah satu adegan, ketika si Rangga akan berterima kasih ke Cinta karena Cinta sudah mengembalikan buku miliknya. Disitu terlihat banget ekspresinya Cinta yang smug banget dan ngerasa menang karena...karena apa ya? Karena dia yakin banget si Rangga akan berterima kasih padanya? Ya gitu lah pokoknya. Melihat ekspresi Cinta, si Rangga langsung bilang "kenapa kamu tertawa?". Kayaknya si Rangga juga ngerasa kalau si Cinta itu kegeeran gitu. Enggak tahu kenapa, aku geli sama adegan ini. Mana si Cinta yang notabene g4h0eL abis dan selalu ber-elo gue mendadak keceplosan menyapa Rangga dengan sebutan "kamu" dan tentu saja si Rangga menyadari hal yang tidak biasa itu. Entah kenapa di mataku adegan itu kuartikan sebagai si Rangga yang kegeeran, hoho. Ada adegan ketika si Rangga bilang "saya mau kesana nanti sore, mau ikut?". Kemudian dia buru-buru meralat "eh, jangan salah paham". Khawatir banget ya kalau dianggap kegeeran, padahal memang iya :P

Kadang juga mereka berdua dikisahkan lupa kalau 'harus' gengsi-gengsian, contohnya si Rangga yang bilang ke Cinta "hei, pertanyaan saya belum dijawab. Kok kamu bisa sampai kesini? Kangen sama saya? Atau kangen bertengkar dengan saya?". Cinta marah dan merajuk hendak pulang. Tapi si Rangga bilang "Eh, jangan pergi. Saya cuma bercanda" sambil menarik tangan Cinta. Eaaa, menurutku romantis banget :p
Haaa, pokoknya film ini enggak berkurang keindahannya, bahkan menurutku terlihat lebih bagus daripada saat pertama kali kutonton dulu. Karena ternyata banyak hal yang enggak teramati olehku 10 tahun yang lalu!

Oh iya, si Rangga itu, jujur banget kalau ngomong. Masak di film itu, dia bilang sama Cinta, intinya begini "Saya yakin diantara kita ada yang lebih punya hati, atau punya otak. Tapi maaf Cinta, sepertinya kamu tidak punya keduanya". 
Wuhhh, bayangkan! Terus juga pernah bilang gini: 
"Sebenarnya kamu nonton konser itu karena memang suka atau karena enggak enak sama teman-teman kamu?"
"Enggak punya pendirian!"
"Sepertinya enggak ada yang keberatan (saya dekat dengan Cinta) kecuali kamu dan boybandmu itu!" (Diucapkan saat Rangga bertengkar dengan cowok lain yang cemburu akan kedekatannya dengan Cinta*)

Dan....hal yang paling bagus dari film ini menurutku adalah...puisi-puisinya!!! Sisi gombal nan sok puitis dalam diriku just can't resist those poems, hehe. Puisi yang paling aku sukai adalah puisi terakhir dalam film ini. Puisinya berjudul "Perempuan", dikarang oleh Rangga...eh salah, lupakan dulu Nicholas Saputra, pengarang puisi ini adalah Rako Prijanto (seorang sutradara). Bagus lho...ah, dulu kok aku belum ngerti ya, sayang sekali, haha. Ini dia puisinya:

Perempuan
(Rako Prijanto, 2002)

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi, juga karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu, yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru kali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?
Tapi aku pasti akan kembali d
alam satu purnama, untuk mempertanyakan cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa, tapi untukku, karena aku ingin kamu
Itu saja

Suka banget sama tiga baris terakhir, terutama baris pertama sebelum terakhir. Tiga baris itu bisa kuparafrasekan, jadi panjang sekali.
Aku akan kembali. Semustahil apapun kemungkinannya, aku pasti akan kembali. Entah kapanpun itu, tapi aku mampu menjanjikan kepastian. Aku akan kembali. Untuk menatap kembali binar penuh cinta yang terpancar dari matamu. Untuk mengetahui sendiri seberapa kuat cinta kita sebenarnya. Semua karena kamu, dan memang hanya kamu alasanku.


Hmm, postingan ini mulai enggak jelas menurutku. But thanks for reading :))

09/10/11

"Kening" karangan Fitri Tropica

Jadi ceritanya hari jumat kemarin salah seorang adik kelasku meminjamiku sebuah buku, judulnya "Kening". Pengarangnya Fitri Rakhmawati (atau Rakhmawati Fitri ya, aku enggak tahu pasti). Enggak kenal? Kalau Fitri Tropica alias Fitrop, tahu kan? Yang sering muncul di Trans TV itu lho. Nah semua nama itu adalah orang yang sama, orang yang mengarang buku ini.

Adik kelasku itu udah pernah cerita sih kalau dia lagi baca bukunya Fitrop, judulnya Kening. Katanya sih kocak abis. Waktu itu aku mikir, hmm...jangan-jangan buku ini ntar cuma lelucon, lucu-lucuan yang dangkal dan buat bahan ketawaan doang, semisal pengalaman si Fitrop keselek sendok saat syuting iklan obat panas dalam (no no, she wasn't, i'm just imagining, hehe). Tapi aku langsung bilang kalau aku pingin pinjem, buat obat gila. Eh salah, maksudku buat bacaan yang ringan saat weekend. Siapa tahu bisa menghilangkan stres biar kelenjar sebasea tidak semakin terpacu dan imunitas tubuh meningkat (#galaujerawat).

Terus beberapa hari lalu aku main di markas PIO (for the first time since, like a centuries ago...i'm so sorry and i'd been missing you all if you didn't know). Saat itu aku mendapati dia sedang ngikik ihihihi sambil baca sebuah buku. Oh ini to buku yang diceritakannya kemarin. "Pinjem dong", ujarku seenaknya. Dia langsung minjemin buku itu ke aku (hedeh kesannya lagi ada adegan bullying ya, padahal enggak lho, emang saat itu dia mau mulai rapat jadi enggak apa-apa bukunya aku pinjem dulu, hoho). 

Aku langsung baca bab 1 yang judulnya "Hello-Goodbye". Halaman persembahan, kata pengantar apalagi desain sampulnya dilihat nanti sajalah. Hehe, if it comes to a book, i am not any visual at all, desain nomor kesekian yang penting kata-katanya. Dan tahukah saudara-saudara?? Ternyata di bab 1 Fitrop bercerita tentang hal yang menurutnya "pernah bikin hampir semua orang di pelosok mother earth ini nangis at least once in their life" alias cinta. Jiahh, sebenarnya aku mengharapkan cerita yang gokil, yang seru dan bikin ketawa. That time, unlike any other time in any day of my life, i wasn't really in the mood for love story. Mungkin karena aku sudah berharap akan ngakak bersama buku ini.

Ya sudahlah, baca saja...dia menceritakan kisahnya ketika naksir dengan seseorang bernama Owl (Owl who? Owl City?). Tapi dia justru akrab sama temannya yang namanya Agra. Dan malangnya dia jatuh cinta sama teman yang perlahan jadi sahabatnya itu. Ini malang apa beruntung ya? Kalau katanya Jason Mraz sama Colbie Caillat kan "lucky i'm in love with my best friends"...tapi kalau menurutku, agak sial sih, hihi. Pada kasusnya si Fitrop ini, dia merasa minder banget dan pesimis bisa jadi pacarnya si Agra, soalnya Agra itu (katanya) cakep dan hal yang paling mengintimidasi dari keberadaan seorang Agra adalah, si Agra sepertinya bisa mendapat cewek-cewek yang cantikkk, seksi, pintar dan lain sebagainya.

Tapi long story short, si Fitri jadian sama Agra ini. Agra meyakinkan dia kalau "mereka sudah terlalu banyak disuguhi perempuan-perempuan cantik bertubuh ramping, hidung mancung, rambut terurai dengan kulit pualam di layar televisi yang karena keseragamannya semuanya terlihat sama hingga mengingat nama dan wajahnya pun susah". Hehe, jadi keinget temenku yang bilang kalau aktris-aktris Korea mukanya mirip semua. Tapi menurutku kalau diamati baik-baik pasti ada bedanya ah, walau mungkin sedikit karena mereka sudah 'diseragamkan" a.k.a dioperasi plastik.

Saat itulah aku baru ngerti artinya sebuah kalimat yang berbunyi "imperfections make you perfect" dan "your imperfections perfect you". Karena tanpa ketidaksempurnaan kita, kita akan jadi sama, seragam, susah diingat nama dan wajahnya-meminjam istilah Agra di buku itu. Agra melanjutkan "harus ada yang datang membawa sesuatu yang baru, gak perlu physically cantik. Tetapi sesuatu yang unik dan berbeda pasti akan meninggalkan kesan yang gak mudah ditinggalkan orang". Dan Agra menemukan sesuatu itu di Fitrop, ciee....

Awalnya Fitri sempet merasa enggak enak sama cewek lain yang naksir Agra, dia pasrah kalau mereka enggak jadian. Toh mereka sudah mengungkap perasaannya masing-masing. Katanya begini: "Apa pentingnya status pacaran sih kalo lo tau orang yang lo suka has the same feelings for u?". Hmm, i couldn't agree more alias setuju banget! Tapi Agra meyakinkan kalau cewek itu sudah ridha dia jadian sama Fitrop, haha. Yap, bab kedua dari buku ini, Fitrop bercerita bahwa "being with Agra is like my addiction i can never get enough".  Dimulai dari adegan romantis berbunga-bunga tapi bikin dia malu di tengah keramaian jalan Dago, dilanjutkan dengan adegan ngumpetin bunga itu biar enggak ketahuan sama gebetan lamanya Fitri, suka duka jadi penyiar yang harus sok ceria meskipun sedang berantem dengan pacar, kado-kado unik nan berseni khas Agra, sampai bahagianya dia karena dia tetep bisa jadi dirinya sendiri ketika bareng Agra...pake converse belel, enggak pernah pakai rok selama nge-date kecuali sekali. 

"Melihat gerombolan ABG modis berseragam ketat melirik iri setengah gak rela ngeliat cowok kayak Agra jalan sama gue, rasanya hidung gue kembang-kempis. "Gak usah gaya-gaya amat kok kalau mau dapet cowok oke", gue sok menasihati mereka dalam hati. (Iyaa percaya deh Fit!)

Ya, Agra yang selalu siap berlari-lari bersama Fitri menembus kemacetan Bandung hanya supaya Fitri enggak terlambat siaran. Berlari-berlari bersama Fitrop ketika Fitrop mengejar mimpinya di ibukota. Pengejaran mimpi yang berujung manis tapi pahit. Manis karena Fitrop jadi terkenal seperti sekarang. Pahit karena semua kesibukan itu membuatnya jauh dan cuek sama Agra. Sikap cuek yang kelak disesalinya habis-habisan "I must have hit my head on the walls too hard!", katanya. Yah, akhirnya mereka putus. Walaupun Fitrop jadian dengan cowok lain, seorang aktor (tapi aku enggak tahu siapa aktor itu, males ngikutin gosip artis), tapi....sepertinya Agra masih spesial deh di hatinya, hehe.

Kemudian ada dongeng karangannya sendiri, yang berjudul Putri Upil Bison. Ckckck, emang gokil banget ya teteh ini, ngakak aku bacanya. Tapi jujur enggak terlalu suka bagian ini. Lebih suka bagian sebelumnya, surat cinta Fitrop untuk ayah dan ibunya. Jujur ya, mataku agak pedes baca bagian ini. Mendadak mellow gitu deh, keinget ortu sendiri :')

"Masih saya ingat,
Jawabanmu saat kuprotes soal morning call rutinmu dengan pertanyaan yang sama kamu tanyakan setiap hari di telepon.
"Lagi di kost. Sudah makan. Oh and anyway aku hari ini pergi kerja kaya biasa. Pasti mau nanyain itu kan?!" Jawabku sebelum kamu bahkan sempat bilang "halo" dan memulai ritual menanyakan aku sedang apa? Dimana? Dan kegiatan hari ini apa? Semua pertanyaanmu sudah melekat manis di kepalaku, sayang.
Hari-hari berikutnya, geli juga mendengar usahamu mencari bermacam-macam topik obrolan. Sampai tiba di satu titik dimana akhirnya kamu cuma bisa bilang "Halo. Err. Aduh, ngomong apa lagi yah?"
"Kehabisan topik ya? Lagian nelponnya kenapa juga harus tiap hari sih kan bosen?"
Lalu jawabmu,
"Mamah...kangen""
(God, ternyata orang tua dimana-mana sama ya, mungkin buat kita ngabar-ngabari itu membosankan, just another morning/night routine, tapi ternyata itu penting sekali buat mereka :"))
Tiga cerita terakhir cukup memuaskan ekpektasiku untuk membaca cerita lucu. Cerita pertama, waktu Kartinian si Fitrop disuruh mewakili kelasnya dalam ajang pemilihan Mojang-Jajaka tingkat sekolahan. Nah kebayang kan dia enggak pernah dandan apalagi pake high-heels, sekalinya harus pakai malah langsung dinilai keanggunannya oleh dewan juri, haha...saking enggak betahnya begitu turun panggung, langsung dicopotlah semua alat penyiksaan itu. Eh ternyata keanggunan dan kecerdasan Fitrop yang bawa-bawa penjelasan tentang peranan khalifah di muka bumi mampu memukau dewan juri. Walhasil dia pun naik panggung lagi sebagai juara satu memakai sandal jepit dan memakai pensil kayu sebagai tusuk konde.

Cerita kedua, tentang kekonyolannya waktu jadi reporter di Sulawesi yang mengira handuk coklat bermotif Snoopy adalah busana adat sang tetua adat. Dan ada cerita ketika si Fitrop sungkem alias mencium tangan tukang ojek. Gara-garanya, dia lupa kalau saat itu dia bukan diantar bapaknya, tapi diantar tukang ojek. Buku ini diakhiri dengan balasan Fitrop pada tweet penggemar yang dikirim ke akunnya. Hampir semua reply diakhiri dengan kata "trims". Menjawab protes penggemar yang bosen kenapa harus pake trims-trims segala, dengan bijak dia menjelaskannya di halaman selanjutnya. Dan kalimat pada akhir bukunya, yang membuat kita mungkin merenung sebentar:

"Dear followers, have you make at least three people smile today?"

This book is definitely not a kind of shallow comedy book. Worth reading, actually. Termasuk tipe-tipe page turner alias buku yang membuat kita dengan semangat membuka lembar selanjutnya. Tidak sekedar membuat kita tertawa geli, buku ini termasuk that kind of book yang memiliki kekuatan untuk membuat kita merenung setelah membaca kata-katanya :)

16/09/11

Man jadda wajada, man shabara zhafira....

Ada mantra baru!

1. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
2. Man shabara zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung.

Gara-gara habis baca nih, hehe. Suka banget aku sama novel trilogi "Negeri 5 Menara". Beberapa bulan yang lalu aku meminjam novel itu dan menyesal kenapa aku enggak membelinya sendiri untuk koleksi. Sangat-sangat layak dibeli! Sekarang mau beli, males dan enggan karena sudah pernah baca. Tapi ternyata novel itu kumpulan trilogi (tapi buku ketiganya belum terbit). Jadi kemarin, bukannya beristirahat setelah banting tulang di LPPT dan di kampus aku malah muter-muter kota buat cari novel "Ranah 3 Warna". Enggak kalah keren dari buku sebelumnya!

Novel-novel seperti itu makin membuatku percaya akan kekuatan pendidikan. Selain trilogi Negeri 5 Menara, novel yang bagus juga tentang kekuatan pendidikan menurutku adalah tetralogi Laskar Pelangi dan Toto-Chan (ada 2 buku). Semuanya mirip: merupakan tuturan penulisnya sendiri tentang masa kecilnya, difokuskan saat mereka menempuh pendidikan. Aku sih lebih suka yang asli Indonesia (Laskar Pelangi sama Negeri 5 Menara), walaupun novel Toto Chan lucu dan mengharukan juga. Tapi Laskar Pelangi dan Negeri 5 Menara bahasanya lebih cantik dan enggak ada pergeseran makna karena mereka bukan karya terjemahan (Laskar Pelangi terutama, indah sekali, aku baca berulang-ulang tanpa merasa bosan). Lebih terasa dekat dengan realita juga. Kalau habis membaca Laskar Pelangi, sering aku malu. Aku punya orang tua yang mampu membiayaiku kuliah dengan "nyaman" tanpa harus khawatir ini-itu, kok masih sering tidak optimal begitu? Malu aku dengan Ikal dan Arai yang sukses jadi sarjana tanpa pernah menerima selembar weselpun dari orang tua. Membaca Ranah 3 Warna pun begitu, malu aku pada Alif yang rela bekerja apa saja agar tetap kuliah.

Maybe i will tell you more about those novels later...now i am so tired and sleepy. Have a good life, readers :))
Man jadda wajada, man shabara zhafira....tapi perhatikan kesehatan diri juga ;p

11/05/11

Mike Tompkins!!!! (Youtube Idol #1)

Have you ever heard of Mike Tompkins? Well maybe you haven't heard his name before like i was a week ago. All right, he is a musician and a music producer. I even forget how i could find his youtube account. Come visit his page in http://www.youtube.com/user/pbpproductions.

I'm 99% sure you will fall in love in the first sight and in the first sound. If not, then i will give you a hint: he made all of his music in those video just by mouth and voice a.k.a a Capella. Yes, all you hear in those musics are from his mouth! Doesn't that great? The bass beat, the guitar, cymbals, snare, even the synthesizer sound! His fans called him "a living beatbox". I think he's awesome!!!


In video above you can see that he made every instrument sound only by mouth, cool! I had never heard this song (Only Girl by Rihanna) before, but i instantly love this song. Wondered, i searched the lyrics and after listening again i realized that he changed some words in the lyrics, but i like his version more than the original one. His version is more appropriate and polite. And it's sweeter than the original lyrics, kind of telling us about a cute and pure love. Here is the reffrain of his cover version:

I wanna make you feel
Like you're the only girl in the world
Like you're the only one that i'll ever love
Like you're the only one who knows my heart
ah, the only girl in the world!
Like you're the only one that's in command *not really sure what this line means*
Cause you're the only one who understands
How to make me feel like a man


Awww, will it be so sweet to have someone singing that song to you :p
I read a blog post about him and somebody said that Mike Tompkins "make you feel like a sh*t". The writer then explained that Mike makes him felt like a sh*t in a good way (you will feel talentless compared to Mike Tompkins). Yeah, he is very talented. How can he make all those sound???? He has a very broad tone spectrum. He even imitated the synthesizer sound and everything. I tried to do beatboxing once (like he did imitate the synthesizer sound in "Only Girl" video) and i failed because i ran out of breath. Oh, and i run out of words to write....THIS IS TALENT!



Another blog post about him i read is: "(he is) nice in the eyes and ears". Haha, okay, maybe he is a cutie. I don't know, I am not a kind of fan who screams "OWW he is sooo hot and handsome!". I think his face is kind of comedic (somebody jokingly called him "Mr. Bean's son", whatever). Well, okay he's kind of looking good  and soooo talented!!!


He is a diploma in music with distinction, nice to his fans, wears purity ring (don't know is it true or not), and he is a Canadian (so he's the second Canadian i have a crush on after Cory Monteith :p). I don't know...i used to think it's kind of lame to be a hardcore fan of an artist like my friends do to Korean actors...but i don't know, right now i'm just mesmerized!

He's awesome, why?
It's not his good looks, it's not his awesome talents, it's not his great voice, it's not his nice attitude, it's not the fact that he made the original version of those songs sound plain...
It's a combination of all above <3



***revised!*
He is married everybody!!! This fact explains his ring. Well that's okay (but why do i hear something is tearing here, LOL). Awesome, just awesome, a man who is married before 23. So, Mrs. Kayla Tompkins is married to a very talented, musical, and awesome man. What a lucky woman! Now i know for whom Mike Tompkins singing "The Only Girl" for. They have been together since kissing on stage in their high-school drama class. And i hear in one of those interviews, he changed some of song's lyrics, because someday when he and his wife have children, he doesn't want his children to hear their father "hooked up with random girls". Great! So that's why his cover versions is "cleaner" or more appropriate than the originals. Knowing the fact that he's married just make me respect and salute  him more. So...congratulations! Kind of jealous, but well, i think this is sweet :')

Btw is it just me or is it true that the way he says or sings words end with "th" is kind of unique? When he says "with", "mouth", "earth, "worth"....with a very bold and clear "TH" (wytTHH, mouwTH, earTH, wourtTHH). I don't know, it's kind of amusing to hear ;p

31/08/10

Can I Have this Dance?

Can I Have This Dance
(Zac Efron & Vanessa Anne Hudgens)

Take my hand, take one step
Pull me close, take one step
Keep your eyes locked on mine
Let the music be your guide

Won't you promise me (now won't you promise me, that you'll never forget)
We'll keep dancing wherever we go next

It's like catching lightning the chances of finding someone like you
It's one in a million chances of feeling the way we do
And in everystep together, we just keep on getting better
So, can I have this dance?
Can I have this dance

Take my hand, take the lead
And every turn, will safe with me,
Don't be afraid, afraid to fall
You know I'll catch you through it all

And you can't keep us apart (even a thousand miles, can't keep us apart)
Cause my heart (cause my heart) is wherever you are

It's like catching lightning the chances of finding someone like you
It's one in a million chances of feeling the way we do
And in everystep together, we just keep on getting better
So, can I have this dance?
Can I have this dance

Oh, no mountains too high enough, no oceans too wide
'Cause together or not, our dance won't stop
Let it rain, let it pour
What we have is worth fighting for
You know I believe, that we're meant to be

It's like catching lightning the chances of finding someone like you
It's one in a million chances of feeling the way we do
And in everystep together, we just keep on getting better
So, can I have this dance?
Can I have this dance

Can I have this dance
Can I have this dance





Blogger's note:
  1. Lirik dan video lagu ini merupakan kekayaan intelektual dari para penciptanya (saya nggak tau siapa, tapi yang jelas bukan saya).
  2. Haa...tariannya keren! Pingin bisa nge-dance kayak si Vanessa!! Gerakannya alami banget meskipun dia pake sepatu hak tinggi :o Nggak harus suka High School Musical buat suka scene ini...
Absolutely love it!

18/07/10

Pharmacist Recommended : Verile Facial Wash

DISCLAIMER : Posting ini dibuat untuk kepentingan review saja, tidak dimaksudkan untuk menggantikan advis tenaga medis. Posting ini juga tidak dibuat untuk kepentingan promosi, produk yang diulas dalam postingan ini dibeli dengan kocek pribadi si blogger :p

Jerawat disebabakan karena sumbatan kelenjar minyak karena tertutup oleh minyak, sel-sel kulit mati, debu, dan lain-lain. Dengan adanya bakteri Propionibacterium acne, sumbatan ini terinfeksi, menimbulkan inflamasi dengan tanda kemerahan, bengkak, dan nyeri pada kulit.

Sebenarnya, tubuh kita sudah punya mekanisme khusus untuk menghadapi bakteri P.acne dan bakteri/mikroba pathogen (penyebab penyakit) lain yang ada di kulit. Kulit kita memiliki pH sekitar 5,5 (pH air murni = 7,00). Artinya, kulit kita bersifat asam, seperti es jeruk, hehehe…pH asam ini berfungsi untuk membunuh mikroba penyebab penyakit, karena umumnya mikroba-mikroba pengganngu tersebut cuma bisa hidup di pH netral (sekitar 7,00). Dengan kata lain, keasaman alami kulit membunuh mereka.

Pelindung asam pada kulit ini akan hilang setelah kita membersihkan kulit dengan sabun. Kenapa? Karena sabun memiliki pH>7,00; dengan kata lain sabun memiliki sifat basa. Sifat ini disebabkan karena kandungan surfaktan pada sabun itu. Coba cek komposisi sebuah sabun/shampoo, pasti ada deh kandungan bahan-bahan ini:

- Sodium (natrium)/Potassium (kalium)/Amonium Lauryl Sulfat

- Sodium (natrium)/Potassium (kalium)/Amonium Laureth sulfat

- Stearic/caprilic/capric acid (asam stearat/kaprilat/kaprat) + Kalium/Natrium Hydroxide (KOH atau NaOH)

- Dll, tanya om google aja

Surfaktan itu berfungsi biar minyak di kulit kita (yang dikeluarkan oleh kelenjar minyak di kulit) tercuci dan kulit jadi bersih. Menurut nature-nya, air tidak bisa melarutkan minyak. Karena itu, agar minyak di kulit bisa lepas, saat mandi kita pakai sabun dan shampoo. Surfaktan itu akan mengelilingi molekul minyak. Minyak yang dikelilingi surfaktan ini bisa terbawa oleh air yang kita pakai untuk membilas tubuh. Ya,kira-kira sederhananya seperti itu. Karena itu, sesudah kita mandi, kulit akan terasa kesat dan tampak tidak berminyak lagi. Kan lemaknya sudah digandeng sama si surfaktan biar bisa terbawa oleh air.

Kulit sudah bersih, tapi sifat basa dari surfaktan itu akan menghilangkan pelindung asam dari kulit. Percayailah prinsip kimia sederhana ini : Kalau asam ketemu basa, keasamannya pasti akan berkurang, bahkan bisa berubah menjadi netral atau basa. Yup, setelah kita membersihkan tubuh pakai surfaktan ini, untuk beberapa saat, kulit kita kehilangan suasana asamnya. Padahal seperti sudah dijelaskan, suasana asam ini penting untuk membunuh mikroba jahat di kulit. Akibatnya, kulit lebih rentan juga terkena infeksi dari bakteri P.acne dan jerawat pun muncul. Dulu temenku nyoba sabun wajah merek tertentu, dan setelah pakai sabun itu jerawatnya malah muncul gila-gilaan. Beneran deh, aku liat wajahnya yang semula mulus bagai wajah bayi berubah jadi jerawatan. Sekarang aku tahu kenapa. Masalah pH alias keasaman kulit!

Nah, apa itu berarti kita nggak boleh pakai sabun muka lagi? Nanti bersihin muka pakai apa dong? Susu pembersih dan toner juga belum tentu pH-nya sama dengan pH kulit kita lho. Malah mereka meninggalkan sisa di kulit setelah pemakaian. Kalau sabun, kan, dibilas dengan air jadi tidak bersisa di wajah. Makanya aku berniat buat mencari pembersih muka yang isohidris (pH-nya sama) dengan pH kulit. Perburuan pun dimulai!

Sekitar setengah jam aku berputar-putar di sebuah tempat belanja, di rak kosmetik tempat berbagai produk facial wash dipajang. Aku amati satu-satu ingredients alias bahan-bahan penyusunnya. Hmm, rata-rata standar sih, semua mengandung surfaktan (seperti yang sudah aku sebutkan diatas), parfum, dan bahan-bahan tambahan. Bahan tambahan yang dipakai bervariasi, mulai dari scrub/butiran halus (untuk mengangkat sel kulit mati), berbagai macam ekstrak tumbuhan (yang diklaim mampu mencerahkan kulit, mencegah penuaan dini, dll), triklosan, asam salisilat (sebagai anti bakteri), bahkan ada yang pakai activated charcoal alias karbon aktif! FYI, activated charcoal sering dipakai sebagai obat diare (penyerap racun di saluran pencernaan). Maksudnya si produser mungkin biar facial wash tersebut mampu menyerap kotoran di wajah secara optimal. Okeii…kreativitas mereka patut kita apresiasi.

Nah, aku akhirnya menemukan sebuah produk yang memiliki pH 5,5. Merk-nya Verile. Selama ini memang setahuku Verile itu dipromosikan sebagai anti jerawat ya. Ketika kubaca keterangan di bungkusnya, facial wash ini mengandung:

- Tea tree oil

Setahuku tea tree oil memiliki aktivitas antiinflamasi dan bisa mengobati jerawat dan ketombe. Bahkan, aku pernah baca tips cara menghilangkan jerawat, dengan cara menempelkan minyak esensial ini langsung ke titik jerawat. Soalnya, minyak esensial ini mampu membunuh bakteri juga.

- Vitamin E

Seperti yang sudah dijelaskan di kemasannya, vitamin E berfungsi sebagai anti oksidan. Anti oksidan dapat menangkap dan menetralkan radikal bebas (blurrppp…ngomongin apa sih ini?). Intinya, anti oksidan dapat menetralisir pengaruh buruk lingkungan seperti polusi dan sinar UV dari sengatan matahari yang dapat mengakibatkan kulit jadi kusam dan menua (keriput, misalnya). Setahuku vitamin E juga dapat mencerahkan kulit. Hehe…dari pengamatanku kayaknya vitamin E itu bukan bahan yang lazim ditambahkan pada kosmetik anti jerawat, ya. Tapi nggak apa-apa lah, mungkin fungsinya sebagai pencerah kulit dan mencegah kekusaman kulit.

- Triclosan

Kalau ini mungkin sudah terkenal, ya. Triklosan berperan sebagai anti bakteri. Zat ini laziiim banget ditambahkan sebagai anti bakteri dalam kosmetik anti jerawat sampai aku bertanya-tanya apakah bakteri P.acnes sudah kebal terhadap zat ini. Lagipula, bukankah pH asam dari produk ini sebenarnya sudah cukup buat melawan bakteri penyebab jerawat itu? Hmm…moga-moga triklosan mampu membantu menekan jumlah bakteri penyebab jerawat.

Produk ini dikemas dalam kemasan tube ukuran 40 ml. Entah ada ukuran lain atau enggak, kalau di tempatku beli sih Cuma ada satu macam kemasan ini. Harganya sekitar sebelas ribu rupiah, nggak lebih dari dua belas ribu. Mungkin sedikit lebih mahal dari para kompetitornya, tapi setelah membaca komposisinya aku nggak ragu buat mencoba. Lagian kan memang sudah waktunya beli sabun muka…yang lama sudah habis J

Produk berupa cairan bening kayak air, tapi sedikit lebih kental. Baunya segar, nggak begitu menyengat. Digosok dengan air menghasilkan busa lembut dan rasanya nyaman saat dipakaikan ke kulit wajah (kalau di mukaku sih nggak berasa perih, panas, atau lengket). Mudah dibilas juga, nggak meninggalkan sisa yang lengket. Minyak wajah juga bisa terangkat dengan baik.

Oh iya satu lagi…kalau pingin mengobati jerawat jangan berharap banyak sama benda apapun, mati ataupun hidup. Berharaplah pada Tuhan. Hahaha…jangan terlalu berharap banyak sama benda ini. Emang sih sabun ini bagus, tapi dia tetep aja sabun, yang sifatnya :

- Dipakai dalam kadar yang rendah.

Kalau mau dipakai, sabun itu dibusakan dulu pakai air kan? Lalu berubah jadi busa yang volumenya gede, berpuluh kali lipat dari jumlah yang kita keluarkan dari wadahnya? Jadi dibusakan sama pengaruhnya seperti diencerkan. Artinya…mungkin kadar zat-zat aktif yang ada di dalamnya sudah nggak masuk kadar minimal buat ngefek (alias bisa jadi udah nggak berefek sama sekali). Di satu sisi hal ini bagus karena meminimalkan resiko iritasi, alergi, dan bahaya lain (seperti misalnya zat aktif masuk ke dalam tubuh menembus kulit). Tapi di sisi lain, ya itu…manfaat sabun jadi nggak lebih dari sekedar surfaktan alias pencuci minyak dan kotoran saja. Tapi facial wash ini punya keuntungan dengan pH-nya yang 5,5. pH segini ini mampu melawan kuman ‘jahat’. Jadi selain sebagai pencuci minyak dan kotoran di kulit wajah, juga mampu mempertahankan kemampuan alami kulit dalam melawan bakteri pencegah jerawat.

- Segera dibilas setelah dipakai

Setelah kita membusakan sabun, lalu kita usapkan di wajah, kan? Setelah itu apa busanya kita diamkan? Nggak, kan? Melainkan langsung kita bilas. Dan yang benar memang seperti itu. Kalau kita diamkan dulu malah kulit kita bisa menjadi terlalu kering, karena surfaktan membabat habis minyak pelindung kulit. Nah, kalau setelah beberapa detik dibilas, berapa persen sih bahan aktif yang mampu bekerja? Untunglah facial wash ini bahan aktifnya (kecuali vitamin E) semua bersifat anti bakteri, nggak aneh-aneh. Kalau kebanyakan zat aktif malah mubazir, lha wong habis dipakai langsung dibilas juga…

Selama seminggu aku pakai sabun ini sih nggak ada masalah. Justru jerawat di muka pada ngumpet, alias nggak muncul, hehe…tapi kebahagiaanku cuma berlangsung seminggu. Setelah itu tiga jerawat nggak tau malu menggempur wajah ini (halah). Tapi menurutku wajar sih jerawat-jerawat itu, penyebabnya (besar kemungkinan semoga karena) faktor hormonal. Setelah beberapa hari udah enggak meradang lagi tuh…tapi meninggalkan kenang-kenangan berupa tiga tonjolan di pipi kanan. Sial…udah capek-capek merawat muka, tapi malah…oh ya sudahlah. Paling nggak tonjolan itu nggak meradang, cuma benjol aja (mari kita tunggu ceritanya ± 40 hari lagi, kemungkinan besar sih akan terjadi peradangan lagi). Sempat terbersit pikiran buat menusuk tonjolan ajaib itu, tapi aku takut nanti timbul bekas bolong kayak cewek genit keseringan facial. Jerawat bertahan seminggu. Noda hitamnya bertahan beberapa bulan. Tapi…noda bolong akibat careless facial treatment bisa bertahan seumur hidup! Akhirnya aku pasrah aja. Benjolan itu nggak meradang, artinya nggak terinfeksi kuman? Wah, hebat juga nih sabun.

Berarti dari pengalamanku dapat disimpulkan kalau Verile facial wash emang mampu meminimalkan infeksi bakteri dan peradangan yang menyertai infeksi itu. Tapi, produk ini nggak mencegah komedo. Komedo itu kan terjadi karena pori-pori tersumbat minyak dan debu kan...kalau jerawat terjadi karena sumbatan itu terinfeksi. Jadi kalau sumbatan pori nggak dicegah (misalnya produksi minyak tetep banyak sehingga pori tersumbat), ya komedo tetep muncul lah. Tapi paling nggak komedo itu lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi jerawat. Saat tulisan ini diturunkan sebenarnya di mukaku ada benjolan kecil gitu…mirip jerawat sih, tapi nggak sebegitu sakit dan merah. Cuma benjol aja. Hmmm…memang untuk memiliki muka yang 100% mulus itu diperlukan keberuntungan ya. Hehehe.

Haduh…ternyata review-ku malah melebar kemana-mana ya. Moga-moga nggak membingungkan. Yang jelas aku merekomendasikan produk ini karena mampu meminimalkan aktivitas bakteri penyebab jerawat dan infeksi, gitu deh! Layak dicoba.